Air sering dianggap sebagai kebutuhan paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di beberapa negara, air justru menjadi sesuatu yang sangat berharga karena sulit didapatkan.
Bukan hanya untuk diminum, air juga menjadi bagian penting dalam aktivitas kuliner, mulai dari memasak makanan sehari-hari, mencuci bahan makanan, hingga menyiapkan hidangan untuk keluarga.
Ketika pasokan air terbatas, kebiasaan makan makan hingga kebutuhan sehari-hari pun ikut berubah. Ada negara dimana penduduknya harus menunggu air mengalir dalam jadwal tertentu dan ada pula yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan beberapa liter air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Listverse (27/03/2026), berikut lima negara yang mengalami krisis air.
1. Yordania
Di Negara Ini Air Sangat Langka, Masak dan Minum Harus Hemat Foto: Site News |
Yordania menjadi salah satu negara yang menghadapi krisis air paling serius di dunia. Di banyak wilayah, air tidak mengalir setiap hari, tetapi dijadwalkan dalam waktu tertentu.
Warga harus menunggu giliran air datang seperti menunggu layanan yang tidak selalu pasti. Di ibu kota Amman, hampir setiap rumah memiliki tangki air di atap untuk menyimpan pasokan ketika air akhirnya mengalir mulai dari untuk diminum sampai keperluan masak.
Begitu keran mulai menetes, warga akan langsung menampung air di berbagai wadah. Di daerah pedesaan, kondisi air jauh lebih sulit karena sebagian warga bergantung pada truk pengangkut air.
2. Meksiko
Di Negara Ini Air Sangat Langka, Masak dan Minum Harus Hemat Foto: Site News |
Meksiko, khususnya Mexico City, terkenal dengan berbagai makanan kaki lima yang enak seperti taco dan quesadilla. Namun ternyata negar aini juga menghadapi masalah air yang tidak kalah serius.
Kota besar dengan jutaan penduduk ini justru mengalami krisis air karena penggunaan air tanah yang berlebihan selama puluhan tahun. Tanah di beberapa wilayah bahkan terus menurun karena cadangan air di bawah permukaan terus disedot. Banyak rumah tangga akhirnya bergantung pada tangki air di atap rumah dan mengisi air setiap kali aliran air muncul.
Sebagian warga bahkan harus membeli air dari truk pengantar. Bagi warga Meksiko di sekitar kota, kondisi ini lebih berat karena saluran irigasi sering mengering dan pertanian menjadi sulit dilakukan.
3. Chile
Di Negara Ini Air Sangat Langka, Masak dan Minum Harus Hemat Foto: Site News |
Chile dikenal memiliki salah satu wilayah paling kering di dunia, yaitu Gurun Atacama. Di kawasan ini, hujan hampir tidak pernah turun dan sumber air sangat terbatas.
Warga di beberapa daerah harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih untuk masak dan dikonsumsi. Para petani juga menghadapi kesulitan besar karena tanah sangat kering dan sulit ditanami. Selain itu, kebutuhan air untuk kegiatan pertambangan sering memicu konflik dengan masyarakat setempat.
Walaupun Chile termasuk negara yang relatif maju, kondisi geografis dan iklim membuat krisis air tetap sulit diatasi. Di beberapa wilayah, hujan bahkan tidak turun selama bertahun-tahun, sehingga air benar-benar diperlakukan seperti harta karun yang sangat berharga.
4. Yaman
Di Negara Ini Air Sangat Langka, Masak dan Minum Harus Hemat Foto: Site News |
Selama beberapa tahun terkahir, Yaman menghadapi krisis air yang cukup parah. Kombinasi konflik berkepanjangan, berkurangnya curah hujan, dan penggunaan air tanah yang berlebihan membuat kondisi semakin sulit.
Di banyak wilayah, air tidak selalu tersedia setiap hari. Warga harus mengambil air dari sumur yang jaraknya cukup jauh atau menunggu pasokan air datang.
Di ibu kota Sana'a, cadangan air tanah terus menurun karena penggunaan yang tidak seimbang dengan pengisian alami. Sementara di daerah pedesaan, banyak lahan pertanian gagal panen karena kekurangan air.
5. Arab Saudi
Di Negara Ini Air Sangat Langka, Masak dan Minum Harus Hemat Foto: Site News |
Arab Saudi termasuk negara yang sangat bergantung pada sumber air terbatas. Negara ini hampir tidak memiliki sungai atau danau alami, sehingga harus memanfaatkan air tanah yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga mengandalkan teknologi penyulingan air laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah sangat bergantung pada sistem tersebut agar air tetap tersedia.
Di sisi lain, sektor pertanian juga membutuhkan air dalam jumlah besar, terutama untuk menanam gandum dan tanaman lainnya di tengah kondisi gurun. Penggunaan air yang sangat tinggi membuat cadangan air terus berkurang.






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN