Penggerebekan pabrik roti ilegal di India mengungkap penggunaan telur busuk dan bahan kimia berbahaya untuk produksi kue dan donat. Begini kisahnya.
Kasus pelanggaran keamanan pangan kembali terjadi. Kali ini, Hyderabad Police mengungkap praktik ilegal sebuah pabrik roti di Hyderabad, India.
Pabrik roti tersebut menggunakan telur busuk sebagai bahan baku pembuatan kue dan donat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggerebekan dilakukan pada Kamis (26/3) oleh tim kepolisian dari wilayah Mailardevpally di kawasan Katedan, lapor Food NDTV (26/3).
Pabrik yang beroperasi dengan nama Madurai Meenakshi Food Company tersebut diketahui memproduksi berbagai produk bakery seperti cake dan donut bun dalam kondisi yang sangat tidak higienis.
Pabrik Roti Ketahuan Produksi Kue dari Telur Busuk Foto: X/@hydcitypolice |
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat. Ketiganya kini telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka adalah Afridi Ansari (22) sebagai supervisor, Yaseen (32) selaku manajer, serta Khatreshan yang turut terlibat dalam proses produksi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pabrik ini menggunakan telur busuk yang dicampur sejumlah bahan kimia berbahaya seperti sodium benzoate, sorbic acid, dan cairan PGPR dalam proses pembuatan produk.
Makanan tersebut kemudian diedarkan ke pasaran layaknya produk bakery biasa. Pihak kepolisian menegaskan bahwa praktik ini sangat membahayakan kesehatan konsumen.
Suasana pabrik roti yang jorok. Foto: X/@hydcitypolice |
"Produk yang dihasilkan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak yang kerap mengonsumsi makanan seperti ini," tulis pihak kepolisian dalam keterangannya.
Saat penggerebekan berlangsung, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa telur busuk dalam jumlah besar, bahan kimia, pewarna serta perisa sintetis, hingga produk jadi yang siap edar.
Selain itu, berbagai peralatan produksi turut diamankan karena diduga digunakan dalam praktik ilegal tersebut. Kasus ini kini tengah ditangani lebih lanjut oleh kepolisian setempat.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN