Bolehkah Minum Air Dingin saat Cuaca Panas? Ini Penjelasannya

Bolehkah Minum Air Dingin saat Cuaca Panas? Ini Penjelasannya

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 23 Mar 2026 05:00 WIB
Manfaat dan efek minum air dingin bagi tubuh
Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Saat cuaca terik yang terasa akhir-akhir ini rasanya paling enak diatasi dengan minum air dingin. Namun, apakah cara ini aman untuk kesehatan?

Minum air dingin sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Sensasi segar yang ditawarkan sering kali jadi pilihan utama untuk melepas dahaga. Apalagi setelah terpapar suhu panas di bawah terik matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata, konsumsi minuman dingin saat cuaca panas masih menuai kontroversi. Dilansir dari Today, (26/9/2026), para ahli kesehatan punya pandangan dan penjelasannya sendiri.

ADVERTISEMENT
Closeup image of woman holding a glass of cold water to drinkAir dingin ketika cuaca panas memang menyegarkan, tetapi apakah aman untuk kesehatan? Foto: iStock

Saat kita minum air dingin, tubuh akan menyesuaikan suhu cairan tersebut agar sesuai dengan suhu internal. Proses ini memicu respons alami berupa peningkatan produksi panas (termogenesis).

Tak perlu khawatir, karena efeknya sangat kecil dan tidak signifikan bagi kesehatan atau penurunan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

Meski aman bagi kebanyakan orang, ada beberapa kondisi tertentu di mana air dingin bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Misalnya, sebagian orang dengan gangguan pencernaan atau refluks asam mungkin merasa gejalanya memburuk.

Selain itu, air dingin juga dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman seperti sakit kepala (brain freeze). Pada sebagian orang, minum air dingin saat cuaca panas dapat memicu migrain pada individu tertentu.

Minum Air Dingin Saat Buka Puasa, Amankah untuk Kesehatan?Ahli kesehatan punya penjelasan terkait kebiasaan ini. Foto: Getty Images/peepo

Dalam kasus lain, minuman yang sangat dingin dapat memperlambat pergerakan saluran cerna sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman setelah makan. Ada pula anggapan bahwa air dingin dapat memperparah gejala flu atau batuk.

Beberapa penelitian kecil memang menunjukkan bahwa air dingin bisa membuat lendir menjadi lebih kental. Namun bukti ini masih terbatas dan tidak cukup kuat untuk dijadikan kesimpulan umum.

Para ahli sepakat bahwa yang paling penting bukan suhu air, melainkan kecukupan cairan tubuh. Baik air dingin, hangat, maupun suhu ruangan sama-sama bermanfaat selama membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Dalam kondisi tertentu, air hangat mungkin lebih nyaman. Misalnya saat sedang flu, mengalami gangguan pencernaan, atau ingin efek relaksasi.

Sebaliknya, air dingin lebih cocok dikonsumsi saat cuaca panas atau setelah aktivitas fisik berat.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads