Jamur truffle terkenal istimewa. Tak hanya karena harganya yang selangit, tapi juga berkat aroma dan rasanya yang khas. Lantas, dari mana truffle mendapatkannya?
Kalau kamu pernah memegang truffle segar di tangan, pasti kamu langsung terpikat dengan aroma khasnya! Banyak yang mendeskripsikan aroma truffle seperti earthy dan musky.
Beberapa menyebut aroma truffle begitu sensual dan menggoda. Lalu ada juga yang mengatakan aromanya mengingatkan mereka akan suasana hutan setelah diguyur hujan. Namun satu yang pasti, aroma jamur truffle disebut sulit bikin lupa!
Aroma dan rasa jamur truffle yang khas tidak datang begitu saja. Dikutip dari Truffle Hunt in Tuscany (22/3), truffle mendapatkan aroma uniknya dari campuran kompleks senyawa organik volatil (VOC), bahan kimia yang mudah menguap dan menyebar melalui udara.
Senyawa tersebut meliputi:
1. Senyawa sulfur (seperti dimetil sulfida): beraroma tanah, bawang putih, hampir seperti keju
2. Alkohol dan aldehida: beraroma buah dan kacang
3. Molekul mirip feromon: mirip dengan yang ditemukan dalam beberapa hormon hewan
Paduan senyawa tersebut menciptakan "aroma truffle" yang kemudian dikenal luas oleh para pencinta kuliner.
Menariknya lagi, aroma truffle tidak hanya menggoda indra penciuman, tapi juga mengaktifkan otak. Beberapa senyawa yang ditemukan dalam white truffle, khususnya, menyerupai feromon manusia.
Itulah mengapa banyak orang menggambarkan aroma truffle sebagai sesuatu yang menggoda atau membangkitkan emosi.
Membicarakan jamur truffle juga bukan hanya soal aromanya, melainkan juga caranya meningkatkan cita rasa. Truffle disebut bisa meningkatkan persepsi rasa umami (gurih) pada sebuah hidangan.
Selain itu, truffle dapat menambah kekayaan dan kedalaman pada hidangan sederhana, serta menciptakan pengalaman sensorik yang intens dan penuh kenangan.
Beda aroma white truffle dan black truffle
Baik white truffle maupun black truffle memiliki aroma yang kuat, tetapi secara kimiawi berbeda.
1. White truffle (Tuber magnatum pico): Beraroma tajam, mudah menguap, paling baik dikonsumsi mentah. Aromanya cepat memudar, sehingga digunakan dalam keadaan segar dan idealnya tanpa melewati proses masak/pemanasan.
2. Black truffle (Tuber melanosporum atau aestivum): Lebih stabil, beraroma tanah, dapat dimasak perlahan. Aromanya berkembang seiring waktu.
Itulah mengapa white truffle biasanya diiris tipis mentah untuk dijadikan topping pasta atau telur, sedangkan black truffle dapat digunakan dalam saus, keju, dan masakan.
Kusuka Singkong Rasa Jamur Truffle hadir buat upgrade level ngemil lo! Perpaduan renyahnya singkong pilihan dengan aroma truffle yang bold dan berkelas. Rasanya gurih, unik, dan bikin nagih, tapi tetap ringan karena gluten free, tinggi serat, dan bebas lemak trans. Simple: sekali coba, langsung kerasa premium di setiap gigitan.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN