Seorang turis asal Afrika Selatan membagikan pengalamannya saat mencicipi jajanan kaki lima di Bangkok. Ia awalnya mengira jajanan tersebut berupa ayam, tetapi ternyata daging katak!
Bangkok, Thailand menjadi salah satu destinasi wisata banyak turis mancanegara. Daerah ini dikenal dengan tempat-tempat bersejarah hingga pilihan kuliner menarik.
Bahkan tidak perlu khawatir mengeluarkan banyak uang untuk mencicipi jajanan di Thailand karena dikenal murah-murah, terlebih kuliner kaki limanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pastikan memilih jajanan sesuai selera. Jangan sampai berakhir mencicipi makanan yang tidak diinginkan.
Dalam unggahan videonya di TikTok @shayquante, wanita asal Afrika Selatan itu membagikan pengalamannya mencicipi makanan kaki lima di Thailand.
Ia awalnya tampak ceria dan memperlihatkan sepiring nasi goreng yang dipesan tanpa topping daging apapun. Shay pun menjelaskan kalau nasi goreng ini dibuat fresh dan hangat.
Turis ini awalnya ingin menikmati sate yang ia anggap 'ayam' itu untuk menjadi lauk nasi gorengnya. Foto: TikToK @shayquante |
Lalu ia juga memesan potongan ayam yang ditusuk dan dipanggang atas api dengan saus merah. Jajanan yang ia anggap ayam itu pun dijadikan pendamping nasi putihnya.
Namun masalah muncul ketika Shay membuka daging tersebut untuk memeriksanya lebih dekat. Ia melihat ada hal janggal.
Dari segi bentuk, ukuran, dan penampilan tusuk satenya, makanan ini menurutnya tidak sesuai dengan sayap atau paha ayam yang pernah ia lihat sebelumnya.
Shay lantas menjerit kecil dan jatuh di kursinya. Ia juga tertawa karena baru sadar jika daging yang ia pesan lebih mirip daging katak daripada daging ayam.
Kecurigaannya ini tidak sepenuhnya salah. Pasalnya di Bangkok memang banyak penjual jajanan kaki lima tawarkan hidangan daging katak.
Bahkan dilansir dari briefly.com (12/3), selama musim hujan, keluarga di Thailand bisa mengonsumsi hingga 2 kg daging katak per minggu.
Tetapi hal janggal terlihat dan turis ini menemukan kalau daging sate itu adalah sate katak. Foto: TikToK @shayquante |
Daging katak diolah dengan berbagai cara. Beberapa biasanya memelihara katak dalam kolam semen besar lalu diolah dengan cara digoreng, dan disajikan dengan saus cabai atau saus asam manis.
Bagi penduduk setempat, olahan katak jamak dikonsumsi. Namun bagi turis tampaknya hidangan tersebut menjadi cerita yang tidak terlupakan.
Unggahannya banyak mengundang reaksi beragam dari netizen.
Seorang netizen mengungkap, "Katak atau burung, tapi jelas bukan ayam."
"Hanya makan seafood. Kamu tahu itu datang dari yang laut dan sangat nikmat," ujar netizen lain.
"Saya kesulitan dengan tekstur daging di Bangkok dan Phuket. Sekarang saya jadi kepikiran mungkinkah....," jelas netizen lain.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN