Bahaya! Pria Ini Keracunan Setelah Minum Vitamin D Dosis 200 Kali Lipat

Bahaya! Pria Ini Keracunan Setelah Minum Vitamin D Dosis 200 Kali Lipat

Sonia Basoni - detikFood
Jumat, 20 Mar 2026 04:00 WIB
Kebanyakan minum Vitamin D
Foto: Ilustrasi iStock
Jakarta -

Siapa sangka konsumsi suplemen dan vitamin yang berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, seperti yang dialami pria paruh baya ini.

Keracunan pada tubuh ternyata tidak hanya dipicu oleh makanan dan minuman yang tidak higienis saja, tapi juga gegara konsumsi vitamin berlebihan.

Dilansir dari NYPost (17/03/2026), dalam laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal BMJ Case Reports, ada seorang pria paruh baya yang dirawat di rumah sakit setelah mengalami berbagai gejala keracunan. Ia dilaporkan mual, muntah, nyeri perut, kram kaki, hingga mengalami penurunan berat badan drastis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan bahwa tubuhnya mengalami kelebihan vitamin D atau hipervitaminosis D. Vitamin D sebenarnya berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi imun dan otot.

Kebanyakan minum Vitamin DKebanyakan minum Vitamin D Foto: Ilustrasi iStock

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin ini dapat memicu hiperkalsemia, yakni kondisi kelebihan kalsium dalam darah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan batu ginjal, gangguan fungsi jantung dan otak, hingga kerusakan ginjal.

ADVERTISEMENT

Dalam kasus ini, pasien diketahui mengonsumsi lebih dari 20 jenis suplemen setelah berkonsultasi dengan seorang ahli nutrisi pribadi.

Ia mengonsumsi vitamin D hingga 150.000 IU per hari atau lebih dari 200 kali lipat dari dosis yang direkomendasikan. Sebagai perbandingan, National Institutes of Health (lembaga penelitian medis di Amerika Serikat) menyarankan asupan harian vitamin D sekitar 600 IU untuk orang dewasa.

Laporan dari BMJ Case Reports ini menyorot tren kelebihan konsumsi vitamin D secara global yang meningkat di berbagai negara.

"Secara global, terdapat peningkatan tren hipervitaminosis D, yaitu kondisi klinis yang ditandai dengan kadar vitamin D yang tinggi dalam darah," tulis peneliti dalam laporan tersebut. Mereka juga mengingatkan bahwa gejala dapat berlangsung lama karena vitamin D tersimpan dalam jaringan lemak dan hati.

Kebanyakan minum Vitamin DKebanyakan minum Vitamin D Foto: Ilustrasi iStock

Pasien dalam laporan tersebut akhirnya harus menjalani perawatan medis selama delapan hari dengan pemberian cairan infus dan obat untuk menurunkan kadar kalsium. Meski kadar kalsiumnya kembali normal setelah dua bulan, kadar vitamin D dalam tubuhnya masih tergolong tinggi.


Peneliti menekankan pentingnya kewaspadaan dalam mengonsumsi suplemen. "Laporan ini menunjukkan potensi keracunan suplemen yang sering dianggap aman jika dikonsumsi dalam jumlah tidak wajar," pungkas isi jurnal tersebut.



(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads