Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia

Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 15 Mar 2026 05:00 WIB
Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia
Foto: Site Culinary/Visual
Jakarta -

Tak hanya jadi sumber energi, makanan memiliki peran penting dalam membentuk sejarah dan perkembangan peradaban. Ini kisahnya!

Sejak ribuan tahun lalu, cara manusia memperoleh, mengolah, dan mengonsumsi makanan turut memengaruhi pola hidup, struktur sosial, hingga sistem ekonomi di berbagai belahan dunia. Pertanyaan tentang makanan apa yang paling berpengaruh dalam perkembangan manusia memang tidak mudah dijawab.

Definisi makanan sendiri sangat luas, sementara sejarah manusia dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Meski demikian, sejumlah jenis bahan pangan dinilai memiliki dampak yang sangat besar terhadap perubahan cara hidup manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari proses evolusi manusia purba hingga lahirnya peradaban besar dan perdagangan global, makanan tertentu memainkan peran penting dalam membentuk hubungan antara manusia, teknologi, dan lingkungan.

Dilansir dari Mental Floss (13/03/2026), berikut empat makanan yang bersejarah dan membentuk peradaban manusia.

ADVERTISEMENT

1. Makanan yang Dimasak

Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban DuniaTak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia Foto: Site Culinary/Visual

Sejarah tentang makanan yang mempengaruhi perkembangan manusia dapat ditelusuri melalui kisah unik seorang pria bernama Alexis St. Martin pada 1822 di Michigan, Amerika Serikat.

Saat itu Ia mengalami luka tembak yang membuat bagian perutnya terbuka sehingga memungkinkan seorang dokter bernama William Beaumont mempelajari langsung proses pencernaan manusia. Dari pengamatan tersebut, Beaumont menemukan bahwa makanan yang dimasak, seperti daging dan kentang, dicerna jauh lebih cepat dibandingkan makanan mentah.

Temuan ini kemudian menarik perhatian antropolog biologis Richard Wrangham. Ia mengemukakan hipotesis bahwa memasak merupakan salah satu langkah penting yang mengubah nenek moyang manusia menjadi lebih modern.

Dengan memasak, makanan menjadi lebih lunak dan mudah dicerna sehingga tubuh memperoleh energi lebih besar. Energi tersebut memungkinkan manusia purba berkembang, mulai dari berjalan lebih jauh, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, hingga mempercepat perkembangan sosial dalam kelompok.

2. Peran Umbi-umbian dalam Evolusi Manusia

Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban DuniaTak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia Foto: Site Culinary/Visual

Selain daging, umbi-umbian seperti kentang, singkong, talas, dan ubi diduga memiliki peran penting dalam evolusi manusia. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 1999, Richard Wrangham dan rekan-rekannya menyoroti pentingnya umbi sebagai sumber energi bagi manusia purba.

Mereka menyebut kelompok tanaman ini sebagai organ penyimpan bawah tanah, yang mudah ditemukan di alam bebas dan tersedia dalam jumlah besar.

Umbi diperkirakan menjadi sumber makanan yang lebih stabil dibandingkan daging, yang bergantung pada keberhasilan berburu. Selain itu, memasak umbi dengan api membuatnya lebih mudah dicerna serta meningkatkan jumlah energi yang dapat diperoleh tubuh.

Proses masak juga mendorong manusia purba membawa makanan kembali ke tempat tinggal bersama, bukan langsung memakannya di lokasi pencarian. Hal ini diduga turut membentuk pola kehidupan sosial baru, termasuk pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam kelompok manusia purba yang berkaitan dengan evolusi manusia purba saat itu.

3. Gula dan Dampaknya terhadap Sejarah Dunia

Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban DuniaTak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia Foto: Site Culinary/Visual

Jika umbi dan daging mempengaruhi perkembangan biologis manusia, gula memiliki dampak besar terhadap sejarah sosial dan ekonomi dunia. Tanaman tebu sebenarnya sudah dibudidayakan sekitar 10.000 tahun lalu di Papua Nugini. Namun, gula baru menjadi komoditas global penting setelah diperkenalkan ke Eropa pada masa Perang Salib (1905).

Perubahan besar terjadi ketika gula dibawa ke benua Amerika pada masa penjelajahan samudra. Perkebunan tebu berkembang pesat di kawasan Karibia dan Amerika Selatan.

Produksi gula yang tinggi membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga memicu meningkatnya perdagangan budak dari Afrika. Jutaan orang dipaksa bekerja di perkebunan dengan kondisi yang sangat keras.

Kekayaan yang dihasilkan dari perdagangan gula kemudian membentuk sistem ekonomi global serta mempengaruhi hubungan kekuasaan antar negara. Hingga kini, dampak sejarah gula masih terasa, baik dalam ketimpangan sosial maupun masalah kesehatan akibat konsumsi gula berlebihan.

4. Biji-bijian dan Lahirnya Peradaban

Tak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban DuniaTak Banyak yang Tahu, 4 Makanan Ini Membentuk Peradaban Dunia Foto: Site Culinary/Visual

Biji-bijian seperti gandum dan jelai juga memainkan peran penting dalam membentuk peradaban manusia. Dalam bukunya 'Against the Grain', ilmuwan James C. Scott menjelaskan bahwa tanaman biji-bijian menjadi dasar munculnya negara dan sistem pemerintahan awal di Mesopotamia.

Berbeda dengan sumber makanan lain, biji-bijian mudah disimpan, diukur, serta didistribusikan. Hal ini memudahkan pemerintah awal untuk memungut pajak dari hasil panen masyarakat.

Dengan adanya sistem pertanian biji-bijian, manusia mulai menetap di satu tempat dalam waktu lama. Permukiman permanen berkembang menjadi kota yang dilengkapi tembok pertahanan, struktur sosial, serta administrasi pemerintahan. Bahkan catatan tertulis tertua di Mesopotamia, sebagian besar berkaitan dengan pengelolaan hasil panen dan distribusi makanan.


Meski membawa kemajuan, sistem ini juga memiliki konsekuensi, seperti meningkatnya kepadatan penduduk, munculnya penyakit menular, dan ketimpangan sosial. Namun demikian, budidaya biji-bijian tetap menjadi salah satu fondasi utama lahirnya peradaban manusia yang dikenal sekarang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dokter Ungkap Penyebab Anak Alami Obesitas Sentral"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads