Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman Kaisar

Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman Kaisar

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 12 Mar 2026 11:00 WIB
Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya β€˜Food Delivery’ Sejak Zaman Kaisar
Foto: RedNote
Jakarta -

Layanan pesan-antar makanan saat ini identik dengan aplikasi digital dan pembayaran elektronik. Namun, konsep pengantaran makanan ternyata sudah dikenal di China sejak ribuan tahun lalu. Begini kisahnya!

Catatan sejarah menunjukkan bahwa masyarakat China kuno sudah mengenal bentuk awal layanan pesan makanan (food delivery) jauh sebelum hadirnya kendaraan modern dan teknologi komunikasi.

Dilansir dari South China Morning Post (11/03/2026), jejak awal praktik ini dapat ditelusuri ke masa Dinasti Han yang berlangsung pada 206 sebelum masehi hingga 220 masehi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman KaisarSebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman Kaisar Foto: RedNote

Dalam salah satu kisah sejarah, seorang kaisar pernah menanyakan kondisi kehidupan rakyatnya kepada para pejabat istana. Untuk menutupi fakta bahwa kota sedang dilanda kelaparan, seorang pejabat membeli semangkuk sup daging dari pasar lalu menyajikannya kepada kaisar sambil mengklaim bahwa makanan tersebut merupakan hidangan sehari-hari rakyat.


Para sejarawan menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa makanan siap saji dari pasar atau rumah makan sudah tersedia pada masa itu.

ADVERTISEMENT

Pada periode tersebut, kalangan elite di kota-kota besar juga diketahui kerap membeli makanan dari luar sebagai hadiah atau bentuk penghormatan kepada orang lain. Tradisi ini kemudian berkembang pada masa Dinasti Tang yang berlangsung antara tahun 618 hingga 907. Pada masa itu, layanan pengantaran makanan tidak lagi terbatas pada kalangan bangsawan, tetapi mulai digunakan oleh masyarakat perkotaan.

Perkembangan budaya pesan-antar makanan semakin terlihat pada masa Dinasti Song antara tahun 960 hingga 1279. Saat itu, kebijakan jam malam di kota-kota besar dihapus sehingga pasar malam dan bisnis restoran berkembang pesat.

Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman KaisarSebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman Kaisar Foto: RedNote

Catatan sejarah menyebutkan para kaisar Dinasti Song sering memesan makanan dari luar istana sebagai simbol kesederhanaan sekaligus upaya menunjukkan kedekatan dengan rakyat.

Makanan biasanya dibeli oleh kasim atau pelayan istana dari pasar. Para pengantar makanan dikenal dengan sebutan 'xian han', yang secara harfiah berarti 'orang yang menganggur'. Mereka menunggu di sekitar restoran untuk membantu pelanggan membeli dan mengantarkan makanan atau barang lain. Pengiriman dilakukan dengan berjalan kaki, menggunakan perahu, atau tandu.

Gambaran aktivitas ini terlihat dalam lukisan karya pelukis Dinasti Song, Zhang Zeduan, berjudul 'Along the River During the Qingming Festival'. Lukisan yang kini disimpan di Museum Istana Beijing itu memperlihatkan seorang pria bercelemek yang berjalan cepat sambil membawa kotak makanan dan peralatan makan, yang dianggap sebagai salah satu gambaran awal kurir pengantar makanan.

Sebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman KaisarSebelum Ada Aplikasi, China Sudah Punya 'Food Delivery' Sejak Zaman Kaisar Foto: RedNote

Pada masa itu, makanan dapat dipesan dengan beberapa cara, seperti mengirim pelayan ke restoran, membuat perjanjian pengiriman rutin, atau membeli dari pedagang keliling. Untuk menjaga makanan tetap hangat, masyarakat menggunakan wadah khusus bernama 'wen pan', yaitu piring porselen berlapis yang dapat diisi air panas.

Tradisi memesan makanan dari luar terus berlanjut pada masa Dinasti Ming dan Qing. Bahkan, Kaisar Xuande tercatat pernah membeli makanan dari luar saat menyamar sebagai rakyat biasa dan membagikannya kepada rombongannya.

Kini, layanan pesan-antar makanan di China berkembang pesat melalui platform digital dengan nilai pasar lebih dari 1,8 triliun yuan (Rp 4.388 triliun) pada 2025. Tak hanya di China, layanan pesan antar makanan juga berkembang pesat di berbagai negara salah satunya di Indonesia, yang kini sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads