35 Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke Dinding

35 Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke Dinding

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 10 Mar 2026 13:00 WIB
Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke Dinding
Foto: Site Culinary/Visual
Jakarta -

Sejumlah mantan karyawan restoran ternama dunia, Noma, mengungkap dugaan kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan oleh pendirinya, chef René Redzepi. Begini kronologinya!

Tuduhan tersebut mencuat melalui laporan The New York Times yang terbit pada 7 Maret 2026. Noma merupakan restoran fine dining yang berbasis di Kopenhagen, Denmark. Restoran ini pernah menyandang predikat restoran terbaik di dunia sebelum akhirnya menutup layanan regular mereka pada 2023.

Dilansir dari People (10/03/2026), dalam laporan tersebut, media The New York Times mewawancarai 35 mantan karyawan Noma yang bekerja di dapur restoran tersebut antara tahun 2009 hingga 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke DindingChef René Redzepi. Foto: Site Culinary/Visual

Mereka menggambarkan suasana kerja yang penuh tekanan dan intimidasi. Beberapa di antaranya menuduh Redzepi melakukan tindakan agresif seperti memukul karyawan, menusuk karyawan dengan peralatan dapur, hingga mendorong karyawan ke dinding.

Salah satu mantan chef yang disebut dengan nama Alessia mengaku pengalaman bekerja di Noma terasa sangat menegangkan.

ADVERTISEMENT

"Pergi kerja di Noma terasa seperti pergi ke medan perang. Anda harus memaksa diri untuk kuat dan tidak menunjukkan rasa takut," ujarnya kepada The New York Times.

Laporan tersebut juga memuat dugaan insiden pada Februari 2014 silam, ketika Redzepi disebut memanggil seluruh staf dapur keluar dari restoran. Di sana ia memarahi seorang sous-chef yang memutar musik yang tidak ia sukai.

Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke DindingEks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke Dinding Foto: Site Culinary/Visual

Menurut laporan tersebut, Redzepi kemudian memukul bagian rusuk karyawan tersebut dan tidak mengizinkan staf kembali ke dalam dapur sebelum sang sous-chef mengucapkan pernyataan yang mempermalukan dirinya di depan semua orang.

Insiden lain dilaporkan terjadi pada 2011. Seorang mantan chef di Noma mengaku Redzepi marah karena melihat bekas penjepit kecil pada kelopak bunga yang digunakan untuk plating hidangan. Ia mengatakan Redzepi menarik celemeknya, membantingnya ke dinding, lalu memukul perutnya dua kali.

Selain itu, seorang chef perempuan juga mengaku pernah dipukul di bagian rusuknya setelah kedapatan menggunakan ponsel saat jam kerja.

Ia menjelaskan bahwa ponsel tersebut digunakan untuk menurunkan volume musik di restoran atas permintaan tamu. Akibat pukulan tersebut, ia terjatuh ke meja logam dan mengalami luka di bagian pinggul.

Redzepi sebelumnya pernah mendapat sorotan terkait sifatnya yang keras saat berada di dapur, termasuk saat terekam berteriak kepada staf dalam film dokumenter 'Noma at Boiling Point' pada 2008.

Eks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke DindingEks Karyawan Restoran Terbaik di Dunia Ngaku Pernah Dipukul hingga Didorong ke Dinding Foto: Site Culinary/Visual

Dalam pernyataan kepada PEOPLE, Redzepi yang restorannya penah dianugerahi penghargaan 3 bintang Michelin untuk kreasi fine diningnya, mengatakan ia sudah berusaha memperbaiki diri dan menjalani terapi untuk mengelola emosinya.

"Satu dekade lalu saya mulai berbicara secara terbuka tentang perilaku saya di dapur, ledakan emosi, kemarahan, bahkan tindakan fisik. Saya berteriak dan mendorong orang lain, dan itu adalah tindakan yang tidak dapat diterima," kata Redzepi.

Ia juga mengakui bahwa tekanan kerja sering membuatnya bereaksi berlebihan terhadap kesalahan kecil.

"Saya tidak mampu mengelola tekanan dan emosi dengan baik. Kesalahan kecil terasa sangat besar bagi saya, dan saya bereaksi dengan cara yang kini sangat saya sesali," ujarnya.

Meski demikian, beberapa mantan chef mengatakan pengalaman bekerja di Noma tetap memberikan pelajaran berharga bagi karier mereka. Seorang chef bernama Ben yang bekerja di sana pada 2012 menggambarkan atmosfer kerja yang ekstrem.

"Rasanya seperti bekerja di ruang gawat darurat atau kapal selam yang sedang tenggelam. Itu seperti neraka, tetapi saya belajar sangat banyak sehingga saya tidak bisa mengatakan menyesal," katanya.

Manajemen Noma dalam pernyataannya mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan kondisi tempat kerja saat ini. Di mana Noma sempat tutup di tahun 2023, kemudian buka kembali dengan konsep laboratorium rasa di tahun 2025.


Pihak Noma juga menyatakan sedang meninjau laporan tersebut secara serius serta melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan lingkungan kerja yang lebih aman.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads