Cerita Unik di Balik Kopi Sanger, Racikan Hemat yang Jadi Ikon Kopi Aceh

Cerita Unik di Balik Kopi Sanger, Racikan Hemat yang Jadi Ikon Kopi Aceh

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 10 Mar 2026 11:30 WIB
4 Fakta Kopi Sanger yang Kental Nikmat Khas Aceh
Foto: Getty Images/Abdi Yanzil
Jakarta -

Kopi sanger bukan sekadar minuman kopi biasa. Di balik rasanya yang khas, ada cerita unik yang membuatnya begitu melekat dengan budaya masyarakat Aceh.

Melansir dari Good News From Indonesia (22/01), kopi sanger muncul dari kebiasaan pelanggan pada masa lampu. Saat itu, banyak yang ingin menikmati kopi susu, tetapi kondisi keuangan membuat mereka harus berhemat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggan ingin minum kopi yang enak, tapi dengan harga yang lebih terjangkau. Dari situ muncul kesepakatan tidak tertulis antara pelanggan dan pemilik warung kopi.

4 Fakta Kopi Sanger yang Kental Nikmat Khas Acehkopi sanger muncul dari kebiasaan pelanggan pada masa lampu. Foto: Getty Images/Abdi Yanzil

Pelanggan meminta racikan kopi dengan campuran susu yang tidak terlalu banyak agar harganya lebih murah. Pemilik warung pun memahami kondisi tersebut. Situasi inilah yang kemudian melahirkan istilah "sama-sama ngerti".

ADVERTISEMENT

Ungkapan "sama-sama ngerti" itu lalu disingkat menjadi "sanger". Dari sinilah nama kopi sanger berasal. Nama tersebut bukan sekadar sebutan, tetapi menggambarkan rasa saling memahami antara pembeli dan penjual.

Menyoal racikannya, kopi sanger adalah perpaduan kopi hitam khas Aceh dengan sedikit susu. Bahan lainnya berupa gula.

4 Fakta Kopi Sanger yang Kental Nikmat Khas Acehkopi sanger adalah perpaduan kopi hitam khas Aceh dengan sedikit susu. Foto: Getty Images/Abdi Yanzil

Cara membuatnya unik karena mirip teh tarik. Bubuk kopi akan dimasukkan ke dalam saringan kain dan akan disiram air panas ke sebuah wadah. Setelah itu, kopi tersebut akan dituang bergantian ke wadah lainnya selayaknya proses membuat teh tarik.

Baru kemudian kopi dipindahkan ke cangkir. Terakhir, susu dan gula ditambahkan dan diaduk rata hingga mengeluarkan buih.

Jumlah susu yang lebih sedikit membuat rasa kopi sanger tetap kuat dan tidak terlalu manis. Hasilnya adalah minuman dengan cita rasa seimbang. Pahit kopi tetap terasa, tetapi ada sentuhan lembut dari susu.

Seiring waktu, kopi sanger tidak lagi identik dengan pelanggan yang ingin berhemat. Minuman ini justru menjadi salah satu ciri khas warung kopi di Aceh. Kopi sanger kini dikenal luas dan menjadi bagian dari identitas budaya ngopi masyarakat setempat.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads