Seorang pelanggan wanita terkejut usai melihat tagihan daging platter di restoran. Tanpa ada informasi harga dari pelayan, wanita ini ditagih Rp 4,3 juta untuk sepiring daging!
Beberapa pelanggan kerap merasakan rugi usai makan di restoran. Salah satu bentuk kerugiannya yaitu karena tidak adanya informasi terkait harga makanan, yang akhirnya membuat pelanggan perlu membayar tagihan di luar dugaan.
Pasalnya, beberapa restoran memang sengaja tidak mencantumkan harga makanan pada menu. Selain itu, tidak semua pelayan atau pemilik resto juga memberi informasi langsung terkait harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, sebelum memesan, pastikan pelanggan tanya dengan jelas soal informasi harga makanan. Jika tidak, bisa jadi terjebak membayar tagihan mahal, seperti yang dialami wanita ini.
Wanita bernama Lee belum lama ini menceritakan pengalaman buruknya di media sosial saat makan di restoran. Menurut Shin Min Daily News, Lee mengunjungi sebuah restoran yang tidak disebutkan namanya pada tanggal 22 Februari lalu. Sebelum datang ke restoran ini, Lee telah membeli voucher diskon 50% dari platform online, lapor weirdkaya.com (3/3).
Setelah sampai di restoran dan duduk, wanita ini bercerita kalau ada staff yang menyajikan kue nanas dan menginformasikan jika kue tersebut gratis. Namun setelah melihat struk, rupanya kue nanas itu dimasukkan ke dalam tagihan dengan biaya S$36 atau sekitar Rp 476.219.
Tidak sampai di situ, ia juga mengungkap jika voucher diskon 50% yang sudah dibeli sebelumnya ternyata hanya berlaku pada hidangan dimsum dan hidangan tertentu.
Tetapi puncaknya bukan itu. Wanita ini bercerita ia sempat direkomendasikan oleh manajer restoran untuk memesan daging platter panggang. Lee juga sempat bertanya ke manajer mengapa daging tersebut tidak tercantum di menu.
Wanita ini ditagih daging ptallter panggang seharga Rp 4,3 juta! Foto: Shin Min Daily News / weirdkaya.com |
"Saya bertanya mengapa hidangan itu tidak tercantum di menu, dan manajer itu menjawab itu adalah menu dengan 'kesepakatan khusus' tetapi sama sekali tidak menyebutkan harganya," ujar Lee.
Barulah ketika hendak membayar semua tagihan makan, Lee menyadari ada satu menu yang ditagih dengan biaya S$328 atau sekitar Rp 4.341.726, yaitu daging panggang platter yang ditawarkan oleh manajer sebelumnya. Lee mengaku sangat terkejut melihat nominal yang jumlahnya tidak sedikit. Wanita ini bahkan merasa ditipu oleh restoran.
"Ini tidak dapat diterima. Saya merasa tertipu dan transparansi harga seharusnya menjadi hak dasar pelanggan," ujarnya.
Berdasarkan bukti foto, Lee disajikan daging platter panggang dengan isian 10 potong babi panggang muda, 13 potong babi panggang biasa, dan satu porsi bebek panggang.
Shin Min mengkonfirmasi langsung ke pihak restoran terkait pesanan daging platter tersebut. Pihak restoran membenarkan bahwa memang tidak tercantum menu harga untuk hidangan tersebut.
Wanita ini terkejut dan merasa ditipu karena pelayan tidak menginformasikan harga sebelumnya. Foto: Shin Min Daily News / weirdkaya.com |
Harga hanya tercantum pada menu per porsian, seperti seekor babi panggang utuh dibanderol sekitar S$427.29 (Rp 5,6 juta), seekor bebek panggang utuh seharga S$97.7 (Rp 1,2 juta), dan satu porsi babi panggang dihargai S$31.7 (Rp 419 ribu). Sedangkan tart atau kue nanas tercantum seharga S$21.6 (Rp 285 ribu) di menu.
Berbicara kepada perwakilan Shin Min Daily, manajer restoran menjelaskan bahwa staf selalu memberitahu pelanggan tentang harga menu saat mereka menerima pesanan. Manajer tersebut juga menambahkan jika Lee sepenuhnya sadar terkait harga hidangan tersebut.
Memang terjadi kesalahpahaman antara Lee dan staf restoran. Meskipun Lee terkejut dan merasa ditipu, tetapi menurut kabar terbaru, masalah ini telah diselesaikan.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN