Sandiaga Uno kini aktif di media sosial dengan konten seputar peluang usaha. Ia pun turut membagikan pandangannya soal kesempatan sukses usaha kuliner di tahun 2026. Apakah masih menjanjikan?
Usai menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada 2020-2024, Sandiaga Uno tetap aktif di bidang kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial dan pendidikan.
Pria kelahiran 1969 ini pun sering menjadi pembicara sekaligus penggerak sektor kreatif, termasuk untuk industri kuliner. Dalam unggahan Instagram @sandiuno (9/1/2026), ia mengungkap pandangannya soal usaha kuliner di tahun 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, usaha kuliner selalu punya peluang, selama manusia membutuhkan makanan. "Kalau kita punya konsep yang pas dengan selera pasar, bisnis food and beverages (f&b) selalu menjanjikan," kata Sandiaga.
Ia kemudian menyoroti statistik pertumbuhan usaha kuliner belakangan ini yang disebut ramai gulung tikar. "Memang statistiknya seperti itu, dari 10 restoran atau bisnis f&b, 4 itu langsung tutup di tahun pertama, 4 itu biasa saja dan akhirnya tutup di tahun kelima, dan 2 yang menjadi juara," lanjutnya.
Momen Sandiaga Uno belum lama ini bersantap di restoran Indonesia peraih Michelin Guide di Guangzhou. Foto: Instagram @sandiuno |
Menyoal tren usaha kuliner, Sandiaga mengungkap kaitannya dengan green economy atau ekonomi hijau yang saat ini sedang 'booming'. Suami Nur Asia ini berujar, "Misalnya kita bisnis f&b, maka pastikan produk kita itu berkelanjutan (sustainable)."
Maksudnya, jika kita punya restoran dan menerapkan prinsip ekonomi hijau, maka limbahnya akan dijaga dengan baik dan produk dipasarkan dengan kaitan ekonomi hijau.
Usaha kuliner juga bisa mengacu pada tren kesehatan. Ayah 3 anak itu menuturkan, usaha f&b, misalnya, bisa dipromosikan sebagai produk yang sehat atau menggunakan produk organik.
Ia mengatakan, selama konsep usaha kuliner yang dijalani pas dengan selera pasar, maka usaha kuliner selalu menjanjikan. 20% di antaranya bahkan jadi juara.
Sandiaga menuturkan kisah sukses usaha kuliner yang ia ketahui belakangan ini. Ada penjual ayam gepuk di Kuala Lumpur. "Top Global nama perusahaannya," kata Sandiaga.
Dirangkum dari berbagai sumber, Ayam Gepuk Top Global adalah restoran ayam gepuk populer di Kuala Lumpur, Malaysia dan beberapa lokasi sekitar Selangor dan Negeri Sembilan.
Restoran ini menyajikan hidangan ayam goreng pedas, terutama gaya geprek/gepuk ala Nusantara, dengan sambal pedas dan nasi bebas tambah. Banyak pelanggan suka makan di sini karena konsep nasi 'free refill' tersebut dan bisa pilih level pedas sambalnya.
(adr/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN