Influencer ini ramai dikecam usai menjual donat topping keju seharga Rp 34 ribu per buah. Harganya dinilai kemahalan dan tak masuk akal.
Harga makanan yang dinilai terlalu mahal kerap memicu kontroversi di media sosial. Apalagi harga tersebut tak sepadan dengan kualitas makanan yang ditawarkan.
Seperti yang terjadi pada seorang influencer Malaysia bernama Faiz Aizif. Ia menuai kecaman netizen setelah mengunggah video dirinya menjual donat mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Weird Kaya (26/2), donat tersebut dibanderol seharga Rp 34.000 per buah. Harganya disebut tak sepadan untuk donat polos dengan topping keju lembaran.
Tampilan donat polos harga Rp 34.000. Foto: Facebook/Faiz Aizif |
Kontroversi bermula saat si influencer membagikan video proses pembuatan donat tersebut di media sosial. Dalam video itu, ia terlihat meletakkan selembar keju di atas donat polos, lalu memanaskannya di dalam microwave hingga keju meleleh.
Setelah itu, ia menambahkan saus karamel di atasnya sebelum menyajikan donat kepada pelanggan. Pada keterangan video, influencer tersebut menuliskan bahwa harga satu donat adalah Rp 34.000.
Selain itu, ia juga menjanjikan kupon undian berhadiah senilai 5.000 Ringgit Malaysia atau setara sekitar Rp 17 juta bagi setiap pembeli, yang disebut sebagai program lucky draw.
Tampilan donat polos topping keju dan karamel harga Rp 34.000. Foto: Facebook/Faiz Aizif |
Namun, video tersebut justru memicu reaksi keras dari netizen. Cuplikannya bahkan menyebar luas di platform Threads dan menuai beragam komentar pedas.
Banyak netizen menilai harga tersebut tidak masuk akal, mengingat donat polos dengan tambahan keju lembaran bisa didapatkan di berbagai tempat dengan harga jauh lebih murah.
"Rp 34.000 untuk donat seperti ini? Tolong, jangan jadi dinormalisasikan. Di banyak gerai, harganya jauh lebih murah," tulis salah satu netizen.
Komentar lain menyebutkan, "Donatnya terlihat kering. Rp 34 ribu terlalu mahal untuk kualitas seperti itu."
Tak hanya soal harga, program undian berhadiah yang ditawarkan influencer tersebut juga menuai kritik.
Sejumlah netizen menilai promosi lucky draw itu tidak pantas, terlebih dilakukan di bulan Ramadan. Bahkan, ada yang menudingnya mempromosikan unsur perjudian.
"Ini seperti mendorong praktik judi terselubung saat Ramadan," tulis seorang pengguna media sosial.
Sebagian netizen juga menilai sang influencer terlalu memanfaatkan popularitasnya untuk meraup keuntungan tanpa mempertimbangkan nilai kewajaran harga.
Mereka berharap para pembeli lebih bijak dan tidak mudah tergiur dengan tren atau promosi yang dianggap tidak sepadan. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari influencer terkait kritik dan kecaman yang diterimanya.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN