5 Fakta Kurma Medjool, Kurma Berusia Ratusan Tahun yang Jadi Favorit

5 Fakta Kurma Medjool, Kurma Berusia Ratusan Tahun yang Jadi Favorit

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 24 Feb 2026 17:00 WIB
Fakta Menarik Kurma Medjool
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Kurma mejdool menjadi salah satu yang populer di Indonesia. Kurma ini sering menjadi incaran saat Ramadan karena tebal, legit, dan lembut. Berikut fakta selengkapnya!

Kurma menjadi makanan yang lekat dengan bulan Ramadan. Banyak orang menikmati kurma ketika sahur atau berbuka puasa. Pasalnya memakan kurma saat buka puasa merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Jenis kurma juga beragam, tetapi salah satu yang paling populer ialah kurma medjool. Kurma berwarna cokelat pekat ini punya ukuran besar, daging tebal, dan rasanya manis, seperti karemel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik kenikmatan kurma medjool, ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui.

Dilansir dari naturaldelights.com (13/3/2024), berikut 5 fakta kurma medjool.

ADVERTISEMENT

1. Dianggap sebagai buah budidaya tertua di dunia

Fakta Menarik Kurma MedjoolKurma medjool disebut sebagai buah yang dibudidayakan tertua di dunia. Foto: Getty Images/iStockphoto

Kurma medjool ditanam dan dipanen dari pohon palem selama lebih dari 6.000 tahun. Pohon palem kurma ini tumbuh subur di iklim panas dan kering. Pohonnya berasal dari daerah Timur Tengah dan Afrika Utara. Beberapa budaya kuno bahkan menyebut kalau pohon ini sebagai pohon kehidupan berkat buahnya yang manis dan berair.

Meski pohon kurma medjool awalnya dari Timur Tengah dan Afrika Utara, mereka akhirnya dibawa ke Amerika Serikat tahun 1927. Hal ini dilakukan demi menjaga kelangsungan hidup kurma medjool. Pasalnya terjadi kasus penyakit bayound atau penyakit jamur pada pohon kurma yang akhirnya menghancurkan tanaman tersebut di sepanjang Mediterania dan hampir memusnahkan kurma medjool sepenuhnya.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) lalu menanam tunas-tunasnya secara khusus di Nevada. Barulah dipindahkan ke California, tempat kurma medjool dibudiayakan selama lebih dari 120 tahun. Kurma medjool secara khusus ditanam di lebah Bard, tepat di perbatasan antara California dan Yuma, Arizona.

2. Proses penanaman kurma medjool

Fakta Menarik Kurma MedjoolBudidaya dan panen kurma medjool juga tidak mudah. Foto: Getty Images/iStockphoto

Kurma medjool dipanen dalam waktu dua atau tiga minggu. Namun membutuhkan waktu setahun panjang untuk menumbuhkannya. Prosesnya dimulai dengan petani membuang duri dan ranting dari pohon kurma yang tajam dan berbahaya selama panen.

Lalu ketika bunga pohon mekar, petani melakukan penyerbukan silang pada pohon betina secara manual.

Para petani memastikan kurma medjool tumbuh dengan ukuran tepat. Cara mereka memastikan hal tersebut yaitu dengan menipiskan cabang, mengikat cabang untuk mencegah patah, dan menggunakan cincin logam untuk memberi jarak antar buah.

Buah kurma biasanya matang antara akhir Juli hingga akhir September. Begitu siap, panen lalu dimulai. Mereka membuka ikatan karung dan menggoyangkannya secara perlahan, membiarkan kurma jatuh ke dalam keranjang.

Setelah semua kurma matang aman di keranjang, petani mengikat kembali karung dan melanjutkan ke pohon berikutnya.

Kurma lalu diklasifikasikan berdasarkan ukuran, warna, dan kematangan. Petani juga memastikan kurma yang dijual yang paling enak, berair, dan bagus.

3. Kurma medjool kaya nutrisi

Fresh medjool dates in bowl. Grey background. Copy spaceKurma medjool juga dikenal punya banyak nutrisi. Foto: Getty Images/AnnaPustynnikova

Selain rasanya manis, seperti karamel, kurma medjool juga kaya akan nutrisi bermanfaat bagi tubuh.

Memang kurma medjool tinggi akan gula, sekitar 15 gram per buah. Namun gula tersebut berasal alami dari buah itu sendiri.

Menurut Mackenzie Burgee, RDN, mengonsumsi kurma mejdool akan memberikan dorongan energi tanpa efek penurunan gula darah secara tiba-tiba.

Hal ini disebabkan karena kurma medjool mengandung gula alami serta serat yang sekaligus membantu pencernaan.

Kurma medjool juga mengandug banyak antioksidan, seperti asam fenolat dan flavonoid. Zat antioksidan ini bermanfaat bagi kesehatan karena dapat mencegah radikal bebas.

4. Cara menikmati kurma medjool

Jenis kurma ini bisa dimakan langsung karena teskturnya empuk lembut, juicy atau berair, dan rasanya manis. Namun kalau mau mencari sensasi berbeda, kurma ini bisa ditambah ke adonan kue, sebagai pengganti kismis.

Kurma juga bisa diolah menjadi smoothie atau dijadikan topping pada oatmeal.

5. Cara menyimpan kurma medjool

Kalau sudah selesai menikmati kurma medjool tetapi masih ada sisanya, kamu perlu menyimpan kurma dengan baik.

Sebaiknya kurma medjool disimpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kesegaran dan kelembapannya. Lalu masukkan ke dalam kulkas.

Kurma medjool dapat disimpan hingga 6 bulan di dalam lemari es atau sampai tanggal kadaluwarsa yang tertera pada kemasan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads