40 Tahun Bersama, Pasutri Ini Sukses Bangun Rumah Makan India

40 Tahun Bersama, Pasutri Ini Sukses Bangun Rumah Makan India

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 23 Feb 2026 19:00 WIB
40 Tahun Bersama, Pasutri Ini Sukses Bangun Rumah Makan India
Foto: Helmi/SAYS
Jakarta -

Usaha kuliner yang dijalani oleh suami-istri ini tengah menarik perhatian. Berawal dari versi kaki lima, kini keduanya sukses dan kompak membangun rumah makan fusion India.

Kesuksesan sebuah usaha kuliner tidak luput dari perjuangan pemiliknya dari nol. Beberapa rumah makan populer mungkin berawal dari jajakan kaki lima terlebih dahulu dengan pelanggan yang sedikit demi sedikit bertambah.

Kegigihan, kekompakan antar pemilik, serta konsistensi bisa menjadi faktor yang akhirnya menyukseskan usaha kuliner tersebut. Contohnya kisah kuliner yang dijalani oleh suami-istri ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paman Panir Selvam dan bibi Kalavathy merupakan pemilik dari warung makan populer di Bangsar, Malaysia. Setiap pagi di hari kerja, ia dan istrinya membuka warung berlokasi di Lot.9 food court Medan Selera, Menara Mutiara Bangsar, lapor says.com.my (20/1).

ADVERTISEMENT

Pukul 10.30 pagi, kompor sudah mulai dinyalakan, sehingga pukul 11.30 makan siang sudah siap. Di pukul 15.30 sore, makanan yang ia jual pun sudah ludes dibeli oleh para pekerja kantoran.

Usaha kulinernya tidak semata-mata langsung sukses. Panir dan istrinya melewati banyak perjalanan panjang sampai di titik ini. Panir juga mengungkap bila istrinya, Kalavathy merupakan 'pilar' yang memastikan dapur siap agar dirinya dapat berkarya.

40 Tahun Bersama, Pasutri Ini Sukses Bangun Rumah Makan IndiaPanir dan istrinya sukses menjalani sebuah usaha warung makan fusion India. Foto: Helmi/SAYS

"Ini istri saya, namanya Kalavathy. Kami menikah pada tahun 1984. Ia telah bersama saya selama lebih dari 40 tahun. Ia adalah pilar saya. Tanpanya, saya bukan siapa-siapa," jelasnya.

Warung mereka, CM Panir Selvam & Kalavathy Fresh Indian Flavours, menawarkan hidangan fusion India yang dibuat fresh dari awal (from scratch).

Paman Panir pun tidak memulainya di restoran. Ketertarikannya terhadap dunia kuliner dimulai dari rumah, ketika ia masih duduk di bangku sekolah.

Ia mulai memasak sejak remaja karena keadaan keluarga. Ibunya yang terbaring sakit saat itu membuat Panir perlu memasak untuk keluarga sebelum akhirnya berangkat sekolah.

Kondisi mendesak dan tanggung jawab tersebut berkembang menjadi keterampilan seumur hidup yang akhirnya menjadi karier dijalani selama lebih dari 40 tahun di industri kuliner.

Jauh sebelum membangun rumah makan atau restoran seperti sekarang, paman Panir awalnya bekerja di salah satu hotel di Petaing Jaya, yaitu PJ Hilton.

Ia bekerja sebagai chef senior. Bahkan setelah meninggalkan industri perhotelan, Panir mempertahankan standar tinggi yang sama ke dalam bisnisnya.

Pasangan suami-istri ini lalu memulai bisnisnya menjadi seorang pedagang makanan kaki lima. Untungnya kemudian pemerintah setempat memindahkan mereka ke sebuah gedung berisi kios-kios makanan.

"Saya memulai hidup saya di sana, dan kemudian saya bersinar seperti tidak ada yang lain," jelas Panir.

Bagi paman Panir, memasak bukan soal mekanisme ataupun rasa makanan saja. Begitu juga dengan masakan yang bukan hanya tentang memberi makan ke pelanggan. Menurutnya, memasak adalah sebuah seni yang tidak memiliki resep dasar.

40 Tahun Bersama, Pasutri Ini Sukses Bangun Rumah Makan IndiaPanir memulainya sebagai seorang chef senior di hotel, lalu beralih ke penjual kaki lima, dan kini membuka gerai sendiri. Foto: Helmi/SAYS

Makanan yang dijual Panir tidak dibuat berdasarkan resep tertentu. Ia hanya mengandalkan tenaga dari pengalaman seumur hidup di dapur.

Terlepas dari usianya yang semakin tua, paman Panir tidak berencana berhenti selama kesehatannya memungkinkan.

Di dapur rumah makannya, pasangan suami-istri ini saling membantu. Paman panir menangani kompor atau bagian memasak. Sedangkan bibi Kalavathy bertugas menyiapkan bahan-bahan, mengatur alur kerja, dan memastikan semuanya siap saat proses masak dimulai.

Tak hanya soal rasa dan standar kualitas tinggi, Panir dan Kalavathy juga menekankan pada keterjangkauan harga. Tidak diketahui secara pasti harga makanan yang dijual tetapi menurut mereka, harga terjangkau merupakan hal penting.

Warung ini hanya beroperasi dari Senin-Jumat dan hanya melayani pelanggan di pukul 11.30 sampai 15.30.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads