Tempat makan bersejarah di Singapura satu per satu mulai tutup. Terbaru, sebuah restoran berusia 50 tahun yang terkenal menawarkan olahan babi dan makanan Barat putuskan tutup.
Tempat makan legendaris memiliki ruang tersendiri bagi para pelanggan. Bisa saja restoran tersebut menjadi bagian dari hidup pelanggan sedari kecil atau ada kenangan dan momen indah ketika makan di restoran tersebut.
Sayangnya beberapa restoran bersejarah, terutama di Singapura mulai banyak yang tutup. Alasan penutupannya juga beragam. Beberapa memang tidak bisa bersaing dengan restoran lain, harga sewa dan bahan baku naik, atau memang karena pemiliknya ingin pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini dikabarkan sebuah restoran legendaris di Singapura memutuskan untuk menutup pintu selamanya, padahal restoran Prince Coffee House tersebut sudah beroperasi selama hampir 50 tahun.
Jimmy Lim merupakan sosok di balik kesuksesan restoran ini. Ia telah menjalani usaha kuliner yang menyajikan hidangan nasi hainan Barat bergaya tradisional.
Warung ini juga dikenal dengan dekorasi vintage ala zaman dulu. Foto: TikTok/Bruce Mathieu |
Sebenarnya sejak bulan November lalu, Jimmy telah mengumumkan rencana penutupan restoran dan memberitahu pelanggan bahwa tahun 2025 akan mejadi tahun terkahir mereka menerima pesanan natal.
"Dengan berat hati kami mengumumkan bahwa operasional kami akan berakhir di pertengahan tahun 2026. Kami menghargai dukungan Anda selama ini," ujar pernyataan tersebut.
Lalu kepada The Straits Times Jimmy mengumumkan bahwa restorannya resmi akan ditutup pada bulan Juni atau Juli. Jimmy memutuskan menutup usaha kulinernya karena dia merasa sudah waktunya pensiun, lapor asiaone.com (12/2).
Pria yang kini berusia 80-an itu membuka restoran ini pada tahun 1977 di Shaw Tower yang saat ini sudah dihancurkan. Kemudian restorannya pindah ke Coronation Plaza di Bukit Timah sebelum akhirnya pindah ke lokasi saat ini, Beach Road.
Restoran Coffee Prince pun sudah beroperasi di lokasi saat ini selama hampir 15 tahun. Mereka dikenal dengan menu Hainan Grilled Pork Chop seharga $15 (Rp 199.543) dan Prince's Special Ox-Tail Stew $32 (Rp 199.543).
Salah satu menu andalan yang ditawarkan restoran ini. Foto: Screengrab/TikTok/Prince Coffee House/Bruce Mathieu |
Sebelum membuka Prince Coffee House, Jimmy bekerja di sebuah hotel tempat dia secara diam-diam belajar cara memasak makanan barat.
Kabar penutupan restoran legendaris ini membuat banyak netizen sedih. Tidak sedikit mengungkap kenangan mereka ketika makan di restoran tersebut.
Seorang netizen berkomentar, "Sedih sekali melihat Anda pergi. Saya akan datang lagi, hor fun Anda benar-benar luar biasa."
Ada juga yang berasumsi jika kontrak toko atau gedung restoran tersebut berakhir pada bulan Juli mendatang. Oleh karena itu mereka berniat untuk tutup pada bulan Juni tahun ini.
"Mendengar ini benar-benar membuat saya sedih. Satu lagi tempat makan bersejarah, satu lagi bagian dari sejarah kuliner Singapura perlahan-lahan menghilang," lanjut netizen tersebut.
Sebelumnya sebuah warung nasi Padang tertua di Singapura juga tutup permanen. Warong Nasi Pariaman khas Indonesia tersebut telah berdiri selama 78 tahun di Singapura, tetapi mereka resmi tutup pada tanggal 31 Januari lalu.
Alasan penutupan masih belum diklarifikasi langsung oleh warung tersebut. Namun menurut beberapa orang dan pelanggan setia, bisa jadi karena harga sewa tempat yang semakin mahal.
Sebelum tutup,Warong Nasi Pariaman bisa ditemukan di kawasan 738 North Bridge Road. Di hari-hari terakhir penutupan, warung ini pun ramai diantre pelanggan. Mereka menawarkan nasi Padang dengan aneka macam lauk, mulai dari olahan telur, daging, ayam, sayuran, hingga perkedel.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN