Viral 'Cuci Tangan' pakai Cokelat Cair di Resto Michelin, Bayarnya Rp 4,5 Juta

Viral 'Cuci Tangan' pakai Cokelat Cair di Resto Michelin, Bayarnya Rp 4,5 Juta

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 19 Feb 2026 17:30 WIB
Bayar Rp 4,5 juta demi cuci tangan pakai cokelat
Foto: Food NDTV
Jakarta -

Pengunjung restoran berbintang Michelin ini rela bayar Rp 4,5 juta demi cuci tangan pakai cokelat hangat. Atraksi unik ini jadi bagian pengalaman bersantap mewah.

Tren kuliner global terus berkembang, bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman yang membekas.

Di tengah maraknya restoran tematik, sebuah restoran berbintang Michelin menghadirkan atraksi unik, yakni mencuci tangan dengan cokelat cair hangat sebelum menyantap hidangan utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran tersebut adalah Elcielo, yang memiliki cabang di Miami dan Washington, D.C, lapor India Today (17/2).

Bayar Rp 4,5 juta demi 'cuci tangan' pakai cokelatBayar Rp 4,5 juta demi 'cuci tangan' pakai cokelat Foto: Food NDTV

Pengalaman ini menjadi bagian dari menu degustasi seharga Rp 4,5 juta per orang. Atraksi tersebut dinamakan chocotherapy, sebuah konsep yang diciptakan oleh chef Juan Manuel Barrientos.

ADVERTISEMENT

"Tujuannya adalah melibatkan lebih dari sekadar indera perasa. Kami ingin menghadirkan aroma, sentuhan, dan tekstur untuk membangkitkan kenangan masa kecil," ujar Barrientos.

Ia menambahkan, "Cokelat adalah simbol kehangatan dan nostalgia, sesuatu yang dekat dengan banyak orang."

Dalam atraksi ini, pengunjung akan menuangkan cokelat hangat ke telapak tangan, menggosoknya perlahan, lalu menjilatnya hingga bersih.

Bayar Rp 4,5 juta demi 'cuci tangan' pakai cokelatBayar Rp 4,5 juta demi 'cuci tangan' pakai cokelat. Foto: Food NDTV

Setelah itu, tangan dibilas dengan air dan dikeringkan menggunakan serbet.

Momen sederhana ini dikemas menjadi pengalaman intim dan menyenangkan, sekaligus membuka rangkaian menu yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Kolombia.

Menu degustasi Elcielo menyajikan berbagai hidangan artistik seperti Truffle Buñuelo, Bison al Trapo, hingga sajian ikonik Tree of Life berupa roti yucca yang disajikan di atas miniatur bonsai kawat.

Atraksi cokelat dilakukan tepat sebelum hidangan Tree of Life disajikan, menciptakan transisi rasa dan emosi yang kuat.

Hal ini menunjukkan bagaimana dunia kuliner kini tak hanya menjual makanan, tetapi juga cerita dan pengalaman. "Pengunjung mencari momen yang berkesan, bukan sekadar makan enak," ungkap salah satu tamu restoran.

"Iya sih pengalaman, tapi apa gunanya juga gak sih," sahut seorang netizen akan pengalaman unik ini.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads