Geger Curhatan Aplikasi Pesan Makanan, Diduga Hasil AI Scam

Geger Curhatan Aplikasi Pesan Makanan, Diduga Hasil AI Scam

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 11 Feb 2026 16:30 WIB
Pria Ini Pilih Jadi Pengantar Makanan Tinggalkan gaji ratusan juta.
Foto: ilustrasi iStock
Jakarta -

Viral curhatan di media sosial soal aplikasi pesan antar makanan diduga hasil AI scam. Meski begitu, isu eksploitasi kurir tetap jadi perhatian publik.

Teknologi AI atau kecerdasan buatan kian berkembang dn canggih, tapi juga kerap disalahgunakan untuk membuat konten palsu yang menipu publik.

Salah satunya curhatan viral di Reddit soal aplikasi pesan antar makanan hingga menjadi sorotan media internasional. Unggahan tersebut pertama kali muncul pada 2 Januari lalu, ditulis oleh akun bernama Trowaway_whistleblow.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengakuannya, ia menuding perusahaan aplikasi makanan kerap menunda pesanan pelanggan hingga menyebut kurir sebagai 'aset manusia', lapor The Verge (6/1/26).

Pria Ini Pilih Jadi Pengantar Makanan Tinggalkan gaji ratusan juta.Ilustrasi pengantar maanan. Foto: ilustrasi iStock

Selain itu, pihak perusahaan aplikasi makanan disebut kerap memanfaatkan keputusan ekonomi para kurir. Postingan sepanjang 586 kata itu langsung viral dan meraih hampir 90.000 upvote dalam waktu empat hari.

ADVERTISEMENT

Namun, investigasi yang dilakukan The Verge mengungkap indikasi kuat bahwa teks tersebut kemungkinan besar dihasilkan oleh AI.

Sejumlah alat pendeteksi AI seperti Copyleaks, GPTZero, Pangram, Gemini, dan Claude menilai tulisan itu sangat mungkin merupakan konten buatan mesin.

Meski begitu, ada pula alat yang menyebut teks tersebut ditulis manusia. The Verge juga menerima foto kartu identitas yang diklaim sebagai lencana karyawan Uber Eats.

Namun, hasil pemeriksaan menggunakan Google Gemini menunjukkan adanya watermark SynthID, penanda digital yang mengindikasikan konten dibuat atau diedit dengan AI.

Merasa tak bahagia dengan pekerjaan yang super sibuk, pria ini lebih memilih menjadi pengantar makanan.Ilustrasi pengantar makanan. Foto: Ilustrasi iStock

"Berdasarkan analisis watermark digital, sebagian besar atau seluruh gambar ini dibuat atau diedit menggunakan Google AI," tulis Gemini.

Saat dimintai klarifikasi, pihak Uber membantah keras tuduhan tersebut. Juru bicara Uber, Noah Edwardsen, mengatakan, "Bukan hanya klaim ini palsu, tapi juga sepenuhnya keliru."

Senada, Andrew Macdonald dari Uber Eats menulis di platform X, "Postingan ini jelas bukan tentang kami. Saya menduga ini sepenuhnya dibuat-buat."

CEO DoorDash, Tony Xu, juga angkat bicara. "Ini bukan DoorDash. Saya akan memecat siapa pun yang mempromosikan budaya kerja seperti yang digambarkan dalam unggahan tersebut," tegasnya.




(raf/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads