Ngeri! Lidah Bocah Ini Melepuh Gegara Pelayan Salah Kasih Air Panas

Ngeri! Lidah Bocah Ini Melepuh Gegara Pelayan Salah Kasih Air Panas

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 10 Feb 2026 18:30 WIB
Ngeri! Lidah Bocah Ini Melepuh Gegara Pelayan Salah Kasih Air Panas
Foto: Must Share News
Jakarta -

Gegara keteledoran seorang pelayan restoran cepat saji, ada bocah yang harus menderita. Lidahnya melepuh karena botolnya diisi air panas mendidih.

Bekerja pada dunia pelayanan perlu memerhatikan setiap hal dengan detail. Sedikit kesalahan kecil saja dapat menyebabkan bahaya yang fatal bagi orang lain.

Seperti insiden yang terjadi di sebuah restoran cepat saji. Dilansir dari Must Share News, (9/2/2026), kejadian tersebut bermula saat sebuah keluarga makan di McDonald's Queensway, Singapura sekitar pukul 18.00.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria bernama Ridhuan Muhamad mendatangi konter pengambilan makanan setelah memesan beberapa menu untuk keluarganya. Di sana ia juga meminta bantuan kepada staf untuk mengisi botol minum anaknya dengan air dingin.

ADVERTISEMENT
Ngeri! Lidah Bocah Ini Melepuh Gegara Pelayan Salah Kasih Air PanasMomen makan bersama keluarga di restoran cepat saji, justru berubah jadi traumatis. Foto: Must Share News

Namun, tanpa konfirmasi lebih lanjut, botol tersebut justru diisi dengan air panas mendidih. Menurut Ridhuan, area pengisian air tidak terlihat oleh pelanggan sehingga ia tidak menyadari kesalahan tersebut.

Ketika botol dikembalikan, tidak ada peringatan dari staf bahwa air di dalamnya panas. Ia pun mengira permintaannya dipenuhi dengan benar dan memberikan botol tersebut kepada anaknya.

Setelah meneguk air dari botol itu, anak tersebut langsung mengalami luka bakar pada lidahnya. Ia menggambarkan kejadian tersebut sangat menyakitkan bagi keluarga.

Ridhuan menyebut anaknya kesulitan makan dan minum setelah kejadian itu. Bahkan mengalami trauma hingga takut melihat botol minumnya sendiri.

Ngeri! Lidah Bocah Ini Melepuh Gegara Pelayan Salah Kasih Air PanasLidah seorang bocah melepuh gegara kesalahan pekerja di restoran cepat saji tersebut. Foto: Must Share News

Ridhuan mengatakan bahwa staf yang mengisi botol tersebut awalnya mengira permintaan yang diberikan adalah air panas. Menurutnya, kesalahan komunikasi inilah yang menjadi penyebab utama insiden tersebut.

Setelah diklarifikasi, staf mengakui kemungkinan salah dengar dan tidak memastikan kembali permintaan pelanggan sebelum mengisi botol. Ia juga mengaku kecewa dengan respons awal staf setelah kejadian.

Bagi Ridhuan, tidak ada empati yang cukup sebanding untuk insiden yang melukai anaknya. Bahkan, staf terkait disebut sempat meminta struk pembelian makanan alih-alih langsung mengecek kondisi anak.

Beberapa waktu kemudian, pihak restoran menghubungi keluarga tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf. Sebagai bentuk itikad baik, pihak restoran juga memberikan 10 kartu "Be Our Guest" serta mendoakan pemulihan sang anak.



(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads