Ayam goreng jadi lauk utama dan favorit untuk nasi uduk Betawi. Namun jenis ayam hingga racikan seperti apa yang paling autentik?
Nasi uduk Betawi hampir selalu dipasangkan dengan lauk ayam goreng karena berbagai faktor dan budaya warisan kuliner turun temurun.
Hidangan nasi uduk khas Betawi yang erakar dari Batavia (Jakarta) abad ke-17, kerap dikaitkan dengan pengaruh nasi lemak Melayu ala Melayu yang dibawa perantau dari Malaka, kemudian disesuaikan dengan selera masyarakat lokal di Pulau Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa gurih dari nasi dengan campuran santan, sereh hingga serai, berpadu pas dengan ayam goreng berempah berbumbu bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
Sejak 1940-an hingga 1960-an, ayam goreng sebagai lauk nasi Betawi semakin populer berkat warung nasi uduk legendaris di kawasan Kebon Kacang. Penjual nasi uduk kaki lima pun menjadikan ayam goreng sebagai lauk utama karena praktis, mudah didapat, dan digemari masyarakat. Kombinasi ini bertahan lintas generasi sebagai ikon kuliner Betawi.
Lantas, adakah jenis ayam atau bumbu khusus yang digunakan untuk lauk ayam goreng dari menu nasi uduk Betawi?
Tim detikFood mewawancarai dua penjual nasi uduk Betawi dan ayam goreng legendaris di Jakarta, yang keduanya sudah berjalan sejak tahun 1970-an. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Ayam Kampung Jadi Primadona
Rahasia Lezat Nasi Uduk Betawi, Ternyata Pakai Jenis Ayam Goreng Ini Foto: detikFood |
Memang tidak ada aturan yang mengikat bahwa hanya ayam kampung yang boleh disajikan sebagai lauk nasi uduk ala Betawi. Akan tetapi, kebanyakan penjual nasi uduk Betawi yang legendaris menggunakan ayam kampung.
Sumilah, penjual Nasi Uduk Suka Hati yang legendaris di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mengatakan sejak warung nasi uduknya berdiri di tahun 1970-an, memang sudah menggunakan ayam kampung.
"Dari era bapak mertua saya yang jualan, memang sudah pakai ayam kampung. Pertama karena daging ayam kampung itu meski ukurannya kecil, tapi rasanya gurih dan enak. Jadi kalau dimakan pakai nasi uduk tuh rasanya semakin sedap," jelas Sumilah yang kini meneruskan warung Nasi Uduk Suka Hati.
Hal serupa juga dituturkan oleh Iing Suwandi, selaku penjual Nasi Uduk Ayam Goreng Bu Enin yang tak kalah legendaris di Gunung Sahari. Warung nasi uduk yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini, selalu menggunakan ayam kampung karena rasanya lebih enak dari daging ayam negeri atau broiler.
2. Mengikuti Selera Pembeli
Rahasia Lezat Nasi Uduk Betawi, Ternyata Pakai Jenis Ayam Goreng Ini Foto: detikFood |
Kebanyakan pembeli rupanya memang lebih suka menyantap nasi uduk Betawi dengan lauk ayam goreng kampung. Hampir setiap warung nasi uduk atau rumah makan pasti memiliki racikan atau ciri khas ayam goreng ini, meski sama-sama menggunakan ayam kampung.
"Karena dari dulu kita jualan pakai ayam kampung, jadi pembeli sama pelanggan itu sudah terbiasa, kalau makan di sini yang diburu ya ayam goreng kita. Bahkan kita sudah punya pemasok ayam kampung di pasar selama puluhan tahun, untuk mempertahankan rasa dan kualitas dari ayam goreng kampung yang kita jual," ungkap Iing.
3. Beda Warung, Beda Ayam Goreng
Rahasia Lezat Nasi Uduk Betawi, Ternyata Pakai Jenis Ayam Goreng Ini Foto: detikFood |
Meski menu yang dijual sama yaitu nasi uduk dengan ayam goreng, tapi tampilannya bisa berbeda. Misalnya di warung Nasi Uduk Suka Hati, Sumilah menggunakan resep keluarga turun temurun dari mertuanya, yaitu mengolah ayam goreng kampung dengan gaya kalasan.
"Kalau biasanya warung nasi uduk lain, pakainya bumbu kuning buat ungkep ayamnya. Tapi di sini kita pakainya bumbu manis gurih yang mirip kalasan. Jadi ada tambahan dari gula merah sedikit," ungkap Sumilah.
Proses ungkep ayam kampung di sini juga cukup lama, butuh waktu sekitar 8 jam sampai teksturnya benar-benar lembut. Setelah itu ayam goreng digoreng tidak terlalu kering, sehingga teksturnya sedikit basah dan juicy.
4. Ayam Goreng Ungkep Bumbu Kuning
Rahasia Lezat Nasi Uduk Betawi, Ternyata Pakai Jenis Ayam Goreng Ini Foto: detikFood |
Sementara di Nasi Uduk Ayam Goreng Bu Enin, bumbu yang digunakan untuk ayam gorengnya adalah bumbu ungkep kuning. Racikannya sederhana seperti bumbu kuning biasa, dan proses ungkepan ayamnya juga hanya 1,5 jam.
"Ciri khas ayam goreng di sini lebih ke kuning berempah. Kita goreng sampai garing, jadi bagian kulitnya itu renyah, namun bagian daging ayamnya tetap lembut dan tidak kering," ungkap Iing.
Selain ayam kampung, sebenarnya penggunaan ayam jenis lainnya juga digunakan di beberapa tempat nasi uduk legendaris. Misalnya di Ayam Goreng Mat Lengket di Jakarta Timur, mereka menggunakan ayam kampung muda atau biasa juga disebut 'ayam perawan'.
Kemudian ada juga Nasi Uduk Mas Dikun yang konsisten menggunakan ayam jenis pejantan untuk menu ayam gorengnya.
Simak Video "Video: Yang Harus Dilakukan Kalau Nggak Sengaja Makan Makanan Haram"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN