Kabar penutupan tempat makan legendaris di Singapura kembali terdengar. Kali ini sebuah warung sup ikonik yang sudah ada sejak tahun 1960an. Begini kisahnya.
Salah satu kedai sup jeroan babi legendaris, Mun Chee Kee Pig Organ Soup, akan menutup usahanya setelah beroperasi lebih dari 60 tahun. Tempat makan ini dikenal luas oleh warga lokal Singapura maupun wisatawan sebagai tujuan wajib pencinta sup jeroan babi.
Melansir Asia One (4/2), Mun Chee Kee Pig berdiri pada 1960, sejak itu kedai ini konsisten menyajikan sup jeroan babi dengan cita rasa khas. Seporsinya berisi hati, usus, paru, dan daging, yang disajikan dalam kuah gurih nan hangat. Racikannya sederhana, tetapi dikenal kaya rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama puluhan tahun, Mun Chee Kee menjadi bagian dari rutinitas makan banyak orang. Tak sedikit pelanggan yang datang sejak masih kecil dan tetap setia hingga dewasa. Kedai ini juga berhasil bertahan melewati berbagai tantangan, termasuk masa sulit saat pandemi COVID-19, ketika banyak usaha kuliner terpaksa gulung tikar.
Kedai ini dikenal tak hanya karena sup jeroannya yang hangat dan berlapis rasa, tetapi juga karena pernah menarik perhatian publik lewat peristiwa lucu dan sedikit kontroversial.
Pada 2014, seorang kritikus makanan terkenal dari Hong Kong, Chua Lam, datang mencicipi sup mereka. Ia berujar bahwa sup jeroan Singapura tidak otentik. Hal tersebut justru membuat banyak orang penasaran dan mulai berdatangan.
Pemilik kedai, David Tan, mengatakan kepada media bahwa bisnisnya terpaksa ditutup karena penjualan menurun sekitar 35% setelah pindah lokasi. Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat. Karena itulah ia memilih untuk melepaskan kedai yang sudah dibangun sejak 2011 itu.
Awalnya, kedai ini buka di 207 Jalan Besar, tepatnya di sebuah shophouse yang sejak lama dikenal sebagai tempat pencinta sup jeroan berkumpul sampai larut malam. Namun, mereka terpaksa pindah karena pihak berwenang menemukan dinding dapur yang hampir ambruk pada awal 2024.
Setelah itu, Authentic Mun Chee Kee buka lagi mulai April 2024 di 65 Maude Road, tak jauh dari lokasi lama. Namun rupanya relokasi tersebut tidak mengembalikan ramainya pengunjung seperti dulu. Meski masih buka sampai dini hari, angka penjualan tidak seperti yang diharapkan.
Pengumuman tersebut langsung mengundang reaksi emosional dari para pelanggan setia. Banyak yang menyampaikan rasa sedih karena kehilangan salah satu ikon kuliner tradisional yang sudah menemani mereka selama bertahun-tahun. Bagi pencinta sup jeroan babi, Mun Chee Kee bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari kenangan dan identitas kuliner kota.
Meski bisnisnya agar segera tutup, Mun Chee Kee Pig Organ Soup tetap meninggalkan jejak dalam sejarah kuliner Singapura. Selama lebih dari enam dekade, kedai ini telah membuktikan bahwa cita rasa sederhana yang konsisten bisa bertahan melampaui zaman.
David juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pelanggan setia, termasuk para sopir taksi yang sering mampir untuk sarapan atau makan tengah malam. Meski direncanakan tutup, David membuka kemungkinan bagi siapa pun yang berminat untuk meneruskan usaha tersebut.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN