Tak sulit mencari nasi uduk dan ayam goreng enak di Jakarta. Beberapa di antaranya sudah ada sejak tahun 1940-an hingga menjadi bagian panjang dari budaya kuliner di Jakarta.
Seakan tak lekang oleh waktu, menu nasi uduk dan ayam goreng merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang hingga kini tetap bertahan, sekaligus menjadi bagian penting kuliner Jakarta.
Dirangkum dari berbagai sumber, hidangan nasi uduk merupakan olahan nasi gurih yang dimasak dengan santan, serai, daun salam, dan daun jeruk. Ternyata hidangan ini lahir dari pertemuan dua budaya besar di Batavia (Jakarta) pada abad ke-17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasi uduk merupakan perpaduan tradisi nasi lemak khas Melayu yang dibawa pendatang dari Malaka, serta kebiasaan masyarakat Jawa saat itu yang mengolah nasi gurih menjadi makanan sehari-hari.
Nasi Uduk dan Ayam Goreng Foto: Getty Images/ |
Dilansir dari Kompas (03/02), ahli kuliner Betawi, Pudentia menjelaskan bahwa percampuran budaya tersebut terjadi pada masa kolonial, khususnya di sekitar periode serangan Mataram Islam ke VOC pada 1628-1629. Dari proses itulah nasi uduk berkembang menjadi makanan khas masyarakat Betawi.
Pada awalnya, nasi uduk memang dikenal sebagai makanan sederhana masyarakat kecil. Dalam buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita (2016), disebutkan bahwa kata 'uduk' bermakna 'susah', menggambarkan kondisi ekonomi masyarkat Indonesia kala itu.
Namun seiring berjalannya waktu waktu, nasi uduk mengalami pergeseran makna sosial. Hidangan ini tak hanya disantap sebagai bekal harian rakyat kecil saja, tetapi juga mulai hadir dalam berbagai hajatan, perayaan, hingga menjadi menu sarapan favorit warga kota.
Selain rasanya yang enak, ciri khas nasi uduk Betawi terletak pada lauk pendampingnya, terutama ayam goreng kuning atau ayam goreng berbumbu rempah seperti ketumbar, bawang putih, dan kemiri, yang kemudian menjadi pasangan ikonik.
Nasi Uduk dan Ayam Goreng Foto: Getty Images/ |
Ayam goreng sendiri memiliki sejarah panjang di Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah rumah makan yang menjual ayam goreng sudah hadir sejak akhir 1940-an hingga 1960-an dan bertahan lintas generasi sampai sekarang.
Keberadaan ayam goreng lawas ini turut membentuk selera masyarakat terhadap nasi uduk, khususnya di kawasan Jakarta Pusat dan sekitarnya yang masih kental dengan kuliner Betawi. Contohnya di Kebon Kacang, Jakarta Pusa jalan ini terkenal dengan banyaknya penjual nasi uduk dan ayam goreng.
Gurih Sedap! Nasi Uduk Gondangdia yang Awet Lezatnya Sejak 1993 Foto: detikFood |
Dalam perkembangan kuliner yang masif di Jakarta, warung kaki lima hingga rumah makan legendaris konsisten menghadirkan kombinasi nasi uduk dan ayam goreng dengan ciri khas masing-masing. Kreasinya berbeda dari bumbu, jenis ayam, aneka sambal, maupun cara penyajiannya.
Pada pekan ini, detikFood akan membhas serta menelusuri jejak nasi uduk dan ayam goreng legendaris di Jakarta dan sekitarnya. Mulai dari generasi awal nasi uduk Betawi di kawasan Kebon Kacang, deretan rumah makan ayam goreng tertua di Jakarta, hingga warung nasi uduk dan ayam goreng yang lokasinya di gang dan kaki lima yang bertahan puluhan tahun.
(sob/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN