Viral kafe di Palembang memakai puluhan bra (BH) sebagai hiasan di dalam kafe berakhir menuai kecaman netizen. Pihak kafe pun memberikan klarifikasinya.
Cigi Kave, kafe baru di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, mendadak viral di media sosial setelah menampilkan konsep interior tidak biasa berupa gantungan puluhan bra di langit-langit kafe.
Konsep tersebut awalnya diperkenalkan melalui konten promosi di akun TikTok resmi Cigi Kave. Namun, alih-alih menarik perhatian positif, dekorasi tersebut menuai kritik dan kecaman dari netizen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak yang menilai cara ini tidak sopan, sensitif, serta berpotensi merendahkan perempuan dan tidak sesuai dengan norma budaya Indonesia.
Gelombang komentar pun membanjiri media sosial Cigi Kave. Menanggapi respons netizen, pihak Cigi Kave akhirnya mencabut seluruh dekorasi bra di kafe itu.
CIgi Kave di Palembang Pakai Bra sebagai Hiasan, Tuai Kecaman Netizen Foto: TikTok @cigikave |
Dihubungi detikFood (30/01/2026), Muhammad Aprizal Saputra, selaku perwakilan dari Cigi Kave memberikan klarifikasi terkait penggunan bra sebagai dekorasi kafe.
"Penggunaan bra sebagai dekorasi awalnya terinspirasi dari pengalaman pemilik kafe yang pernah tinggal dan bepergian di Eropa. Dari pengalaman tersebut, muncul gagasan simbolik tentang keberanian, melawan rasa takut, dan berani mengeksekusi ide dengan cara yang positif," ungkap Saputra.
Konsep tersebut juga diiringi dengan komitmen Cigi Kave menjalankan usaha secara sehat, seperti tidak menyediakan menu alkohol, menjual produk halal, dan menetapkan harga yang terjangkau.
Namun demikian, manajemen Cigi Kave menyadari bahwa simbol tersebut dinilai sensitif oleh sebagian masyarakat dan dianggap kurang sesuai dengan norma serta budaya Indonesia.
Cigi Kave menjalankan usaha secara sehat, seperti tidak menyediakan menu alkohol, menjual produk halal, dan menetapkan harga yang terjangkau. Foto: TikTok @cigikave |
Setelah menerima berbagai kritik dan saran, pihak Cigi Kave memutuskan untuk mencabut seluruh dekorasi beh sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap menghormati nilai yang berlaku di masyarakat.
Manajemen Cigi Kave menegaskan bahwa sejak awal tidak ada niat untuk melecehkan atau menyinggung pihak mana pun.
"Dari konsep dan filosofi ini, kami berharap banyak anak muda semakin mencintai negeri ini dan terinspirasi oleh nilai yang diusung Cigi Kave, yaitu jangan takut terlebih dahulu. Sejak awal, tidak ada sama sekali niat kami untuk melecehkan atau menyinggung pihak mana pun," lanjut Saputra.
Interior CIgi Kave di Palembang Pakai Bra sebagai Hiasan. Foto: TikTok @cigikave |
Ke depannya, Cigi Kave berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan konsep, fasilitas, dan manajemen. Mereka berharap dapat tumbuh menjadi ruang kreatif yang memberikan manfaat bagi anak muda di Palembang.
"Cigi Kave saat ini masih dalam tahap berkembang, baik dari sisi fisik maupun manajemen. Kami menyadari kondisinya belum sempurna, tetapi kami tetap optimistis dan terus berbenah agar bisa tumbuh secara berkelanjutan." pungkas Saputra.
(sob/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN