Isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan adonan siomay belakangan ramai diperbincangkan. Di lapangan, pedagang siomay kaki lima pun ikut memberikan tanggapan.
Ikan sapu-sapu belakangan jadi sorotan karena banyak ditemukan di aliran Sungai Ciliwung. Ikan ini ditangkap beberapa orang untuk kemudian dijual kembali. Salah satunya untuk konsumsi, meski ada anjuran untuk menghindarinya karena ikan sapu-sapu mungkin terpapar logam atau bakteri berbahaya dari sumber air yang tercemar.
Terkait penggunaan ikan sapu-sapu untuk konsumsi, banyak yang menyebut ikan air tawar asal Amerika Selatan ini, kerap dijadikan bahan adonan siomay. Harganya yang murah membuat beberapa penjual siomay kaki lima memilihnya sebagai bahan campuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penjual siomay kaki lima pun punya pandangan tersendiri soal kelayakan penggunaan ikan sapu-sapu. Salah satunya Amin, penjual siomay yang mangkal di sekitar Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.
Amin mengaku sudah berjualan siomay sekitar 4 tahun terakhir dan membuat adonan sendiri sejak menetap berjualan. "Kalau saya bikin adonan sendiri. Bahannya ya ikan, sagu, terigu, sama bahan lain," kata Amin kepada tim detikFood (29/1).
Ia menegaskan tidak pernah menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan adonan siomay yang dijualnya. Amin menyebut ikan yang digunakan merupakan jenis ikan laut.
Soal isu yang ramai dibicarakan, Amin memilih tidak menghakimi pedagang lain. "Kalau orang lain pakai apa, ya itu urusan masing-masing," katanya singkat.
Tidak semua tukang siomay kaki lima menggunakan ikan sapu-sapu. Beberapa lebih memilih pakai ikan laut yang segar. Foto: Dita Aliccia Armadani/detikFood |
Pendapat berbeda datang dari Adi, penjual siomay yang mangkal di Depok Dua Tengah, tepatnya di depan Rumah Sakit Primaya. Adi mengaku baru mulai berjualan pada 2025, tapi dalam sehari bisa membawa sekitar 600 porsi siomay dan biasanya terjual lebih dari 500 porsi.
Adi menyebut bahan utama siomay dan batagor yang dijualnya adalah ikan tenggiri. Menurutnya, memang ada penjual siomay yang memakai jenis ikan lain, seperti tongkol atau ikan laut lain. Namun, soal ikan sapu-sapu, Adi menilai penggunaannya kurang tepat.
"Kalau saya pakainya ikan tenggiri. Itu paling wangi dan jadi ciri khas siomay saya. Kalau pakai ikan sapu-sapu itu kurang berasa ikannya, kurang wangi juga. Namanya ikan sapu-sapu kan identik kotor," ujar Adi.
Bagi dua pedagang siomay kaki lima yang ditemui tim detikFood, kualitas bahan tetap jadi pertimbangan utama. Meski isu ikan sapu-sapu ramai dibicarakan, mereka menegaskan penggunaan ikan laut yang layak konsumsi masih menjadi pilihan utama demi menjaga kualitas rasa dan kepercayaan pembeli.
(adr/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN