Unik! Ada Nasi Goreng Tiwul dan Degan Bakar di Griya Reog Tua Ponorogo

Unik! Ada Nasi Goreng Tiwul dan Degan Bakar di Griya Reog Tua Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikFood
Kamis, 29 Jan 2026 16:30 WIB
Nasi Goreng Tiwul hingga Degan Bakar, Menu Unik Griya Reog Tua
Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Jakarta -

Di Ponorogo ada kuliner unik yang bisa dicoba di warung bernuansa budaya kental, Griya Reog Tua. Kamu bisa mencicipi nasi goreng tiwul hingga degan bakar yang nikmat.

Griya Reog Tua berlokasi di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan kuliner lawas sekaligus ruang edukasi budaya mengenal jejak panjang kesenian Reog Ponorogo.

Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan kuliner lawas sekaligus pengalaman mengenal jejak panjang kesenian Reog Ponorogo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deretan kepala Reog atau Barongan dari berbagai era dipajang rapi di dalam warung. Mulai dari Reog tertua yang dibuat pada 1921 hingga koleksi yang menggambarkan perkembangan Reog dari masa ke masa.

Sambil menyantap hidangan, pengunjung bisa mendengarkan kisah sejarah Reog yang dijelaskan langsung oleh pemilik warung. Suasana 'jadul' kian terasa dengan dominasi material kayu lama dan ornamen khas Ponorogo.

ADVERTISEMENT

Menu yang ditawarkan pun tak kalah unik. Griya Reog Tua menghadirkan sajian tradisional yang kini mulai jarang ditemui, seperti nasi tiwul, nasi goreng tiwul, serta aneka minuman rempah.

Nasi goreng tiwul wajib dicoba di sini. Bahan utamanya tiwul yang dimasak dengan bumbu rempah untuk menghasilkan rasa gurih nan unik.

"Lebih enak dibanding nasi goreng biasa, rasanya beda dan khas. Bumbunya pas," ujar Lastri Handayani, salah satu pengunjung, Sabtu (24/1/2026).

Selain nasi goreng tiwul, minuman Degan Bakar Rempah juga menjadi incaran. Degan atau kelapa muda dibakar dengan bara api selama beberapa jam, lalu disajikan bersama racikan rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, kapulaga, sereh, jeruk peras, dan madu.

"Ini pertama kali coba degan bakar. Rasanya ada pedas, asam, tapi segar. Badan juga terasa hangat," kata Lastri.

Pemilik Griya Reog Tua, Budi Maryono mengatakan, kecintaannya pada Reog Ponorogo menjadi awal berdirinya tempat ini. Ia sebelumnya dikenal sebagai konten kreator yang fokus mengangkat kesenian Reog lama.

"Saya tertarik dengan Reog lama, lalu saya kumpulkan satu per satu dari berbagai tempat. Lama-lama koleksinya banyak," ujar Budi.

Dari koleksi tersebut, Budi kemudian mendirikan rumah Reog yang akhirnya berkembang menjadi warung makan bernuansa budaya. Proses penataannya pun tidak instan.

"Mulainya dari Reog dulu, lalu kayu-kayu lawas seperti bekas kandang kerbau. Prosesnya hampir empat tahun," jelasnya.

Untuk urusan harga, pengunjung tak perlu khawatir. Nasi goreng tiwul dibanderol Rp 15 ribu per porsi, sedangkan Degan Bakar Rempah dijual Rp 20 ribu per gelas.

"Konsep warung ini memang lawasan, jadi menu yang kami sajikan juga makanan-makanan tempo dulu," pungkas Budi.

Artikel ini sudah tayang di detikjatim dengan judul "Mencicipi Nasi Goreng Tiwul-Degan Bakar Rempah di Griya Reog Tua Ponorogo"




(yms/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads