Nekat Curi Makanan gegara Lapar, Maling Ini Tulis Permintaan Maaf

Nekat Curi Makanan gegara Lapar, Maling Ini Tulis Permintaan Maaf

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 15 Jan 2026 18:30 WIB
Nekat Curi Makanan gegara Lapar, Maling Ini Tulis Permintaan Maaf
Foto: Stuff
Jakarta -

Sebuah kantor di Selandia Baru jadi korban pencurian di tengah malam. Anehnya, pemilik kantor bahkan tak sedih malah merasa sedih dan iba.

Ada kasus pencurian unik yang terjadi di sebuah perkantoran. Namun barang yang diincar bukanlah alat elektronik atau benda berharga mahal.

Dilansir dari Stuff, (14/1/2026), pencuri yang beraksi justru mengincar makanan. Dapur sebuah kantor di Selandia Baru menjadi sasaran utamanya dengan tujuan mengambil habis makanan yang disimpan di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ada kejadian tak biasa yang membuat kasus ini disoroti. Pencuri tersebut meninggalkan secarik catatan berisi permintaan maaf kepada para pegawai.

ADVERTISEMENT
Nekat Curi Makanan gegara Lapar, Maling Ini Tulis Permintaan MaafSebauh kantor menjadi korban pembobolan, tetapi ada catatan yang ditinggalkan oleh malingnya. Foto: Stuff

Insiden ini terungkap ketika karyawan datang ke kantor dan menyadari sejumlah makanan mereka raib. Awalnya, banyak yang mengira kejadian itu hanya ulah rekan kerja yang iseng atau lupa meminta izin.

Saking penasarannya, kejadian pencurian makanan ini sampai diinvestigasi. Hingga akhirnya ditemukan jejak pencurinya justru bukan dari kalangan karyawan.

Dave, selaku proyek manajer, mengatakan pemilik kantor sempat mengaku mendapat pemberitahuan bahwa kantor mereka dibobol. Alarm tersebut kemudian mati sekitar pada pukul 5 pagi.

Namun ketika didatangi, tak ada satu pun bagian yang rusak dari kantor. Peralatan seperti komputer, televisi, hingga alkohol yang disimpan di kantor berharga mahal tak hilang sama sekali.

Nekat Curi Makanan gegara Lapar, Maling Ini Tulis Permintaan MaafMaling yang beraksi mengaku kelaparan dan meminta belas kasihan. Foto: Stuff

Hanya saja ditemukan semua makanan di atas meja hingga hampers sisa perayaan Natal telah lenyap semuanya. Sampai akhirnya ada salah satu karyawan yang menemukan catatan permintaan maaf tersebut.

"Aku minta maaf. Ini sangat dingin dan aku kebasahan dan lapar. Aku sudah berusaha mencari kerja selama 1 tahun," tulis permintaan maaf tersebut.

Alih-alih memprosesnya secara hukum, Dave justru memiliki keputusan yang lebih bijak. Seluruh karyawan di kantor tersebut malah merasa iba dan kasihan dengan pencuri yang kelaparan.

"Kami semua berpikir ini justru sangat menyedihkan, benar. Mereka seperti pencuri yang jujur. Mereka hanya ingin makan. Mungkin juga sudah depresi karena sampai mengambil sisa biskuit, dua kaleng tuna, dan dua mie instan," jelas Dave.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads