Pensiunan pengusaha sukses ini punya cara unik menikmati masa tuanya. Ia mendedikasikan dirinya untuk memberi makan para tunawisma.
Seorang pria yang telah memasuki usia pensiunnya punya kegiatan unik. Alih-alih beristirahat, ia justru melakukan aksi yang mulia.
Tony dikenal sebagai mantan pengusaha sukses dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dilansir dari Weird Kaya, (6/1/2026), ia memiliki kegiatan yang tak kalah positif setelah memasuki masa pensiunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 11 tahun terakhir ia mendedikasikan hidupnya untuk memberi makan tunawisma dan lansia yang terlantar. Padahal dahulu, ia hidup selayaknya pengusaha sukses lain.
Baca juga: Nyeleneh! Wanita Ini Nekat Bikin Butter Chicken Tiramisu
Isi masa tuanya dengan lebih positif, pensiunan pengusaha ini punya kegiatan yang unik. Foto: Weird Kaya |
Kehidupan bergelimang harta, nyaman, serta banyaknya peran pekerja yang membantunya tak pernah membuat Tony merasa kesulitan. Namun semuanya berubah ketika ia bertemu dengan seorang gelandangan di sebuah restoran di Kepong.
Tanpa sengaja, pria tunawisma itu duduk di dekatnya dan berkata lapar serta haus. Alih-alih mengusir atau mengabaikannya, Tony justru membagikan makanannya dan membayar tagihan si gelandangan.
"Pada saat itu, aku mengalami sesuatu yang rasanya menyentuh hatiku dan aku tahu membantu orang lain akan menjadi jalanku di masa depan," ujar Tony.
Untuk mewujudkan panggilan hatinya tersebut, Tony mendirikan organisasi nirlaba bernama 'Food 4 U'. Organisasi ini fokus pada penyediaan makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan medis bagi mereka yang kurang beruntung tanpa memandang ras atau agama.
Baca juga: Cleave Coffee: Kolaborasi Unik Kafe Nuansa Kastil dengan Lapangan Padel
Ia memilih menghabiskan masa tuanya dengan memberi makan tunawisma. Foto: Weird Kaya |
Awalnya, 'Food 4 U' hanya mampu menyalurkan sekitar 300 paket makanan per minggu. Namun dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, jumlah berkembang drastis menjadi Β±3.000 paket makanan setiap minggunya.
Makanan yang disalurkan Tony juga jauh dari kemewahan. Menu-menu sederhana dengan biaya per porsinya dibatasi Rp 30.000an saja.
Tetapi dengan begitu ia dapat menjangkau puluhan hingga ratusan penerima setiap harinya. Tak dapat dipungkiri, masalahnya kini masih berkaitan dengan pendanaan.
Namun Tony tak gentar dan mengaku akan terus menjalani panggilan hatinya tersebut. "Jika kamu menyukai sesuatu, kamu harus melakukannya dengan penuh motivasi dan komitmen. Ketika melakukannya dengan hati, kamu akan menikmatinya dan tidak merasa lelah atau bosan," pungkasnya.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN