Tak sekadar dikonsumsi, beberapa makanan disangkutpautkan dengan mitos. Di Indonesia ada 5 mitos paling populer terkait makanan yang banyak dipercaya.
Mitos terkait makanan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dari larangan orang tua hingga nasihat leluhur, banyak kepercayaan soal makanan yang masih dipegang teguh hingga sekarang.
Menariknya, sebagian besar mitos ini diterima tanpa pernah dipertanyakan kebenarannya. Mulai dari makanan yang dipercaya menyulitkan jodoh hingga mencelakai makhluk lain.
Cerita-cerita tersebut sering diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan dianggap sebagai aturan tidak tertulis dalam keluarga. Setidaknya ada beberapa yang paling populer diceritakan turun temurun.
Baca juga: Awas! Ini 9 Makanan yang Dipercaya Membawa Sial Saat Tahun Baru
Berikut ini 5 mitos makanan paling populer di Indonesia dilansir dari MSN:
1. Makan Sayap Ayam Sulit Dapat Jodoh
Dalam beberapa budaya di Indonesia, perempuan yang suka makan sayap ayam dikaitkan dengan mitos sulit mendapatkan jodoh. Sayap dianggap sebagai simbol kebebasan.
Karena itu, perempuan yang memakannya dipercaya memiliki sifat ingin terbang bebas dan sulit diikat dalam hubungan serius. Kepercayaan ini lebih bersifat simbolik dibandingkan logis.
Mitos ini kemungkinan muncul sebagai cara halus masyarakat lama untuk mengatur perilaku perempuan agar sesuai dengan norma sosial pada masanya. Meski demikian, sayap ayam memang mengandung lemak cukup tinggi dibanding bagian lain.
2. Konsumsi Brutu Bikin Pikun
Brutu atau bagian pantat ayam sering menjadi bahan perdebatan di meja makan keluarga. Ada anggapan bahwa mengonsumsi brutu bisa menyebabkan pikun.
Potongan ayam ini juga sering dihindari atau diberikan kepada orang-orang tertentu saja. Mitosnya juga masih dipercaya dan diwariskan secara lisan pada lintas generasi.
Secara ilmiah, brutu mengandung lemak dan protein yang jika dikonsumsi dalam jumlah wajar tidak berbahaya bagi kesehatan otak. Namun tak ada penelitian yang membuktikan bahwa bagian ini menyebabkan penurunan daya ingat atau fungsi kognitif.
(dfl/adr)