×
Ad

Top 5 Mitos Makanan di Indonesia yang Masih Banyak Dipercaya

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 31 Des 2025 06:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Tak sekadar dikonsumsi, beberapa makanan disangkutpautkan dengan mitos. Di Indonesia ada 5 mitos paling populer terkait makanan yang banyak dipercaya.

Mitos terkait makanan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dari larangan orang tua hingga nasihat leluhur, banyak kepercayaan soal makanan yang masih dipegang teguh hingga sekarang.

Menariknya, sebagian besar mitos ini diterima tanpa pernah dipertanyakan kebenarannya. Mulai dari makanan yang dipercaya menyulitkan jodoh hingga mencelakai makhluk lain.

Cerita-cerita tersebut sering diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan dianggap sebagai aturan tidak tertulis dalam keluarga. Setidaknya ada beberapa yang paling populer diceritakan turun temurun.

Baca juga: Awas! Ini 9 Makanan yang Dipercaya Membawa Sial Saat Tahun Baru

Berikut ini 5 mitos makanan paling populer di Indonesia dilansir dari MSN:

Konon konsumsi sayap ayam saat tahun baru dipercaya dapat menjauhkan jodoh. Foto: Getty Images

1. Makan Sayap Ayam Sulit Dapat Jodoh

Dalam beberapa budaya di Indonesia, perempuan yang suka makan sayap ayam dikaitkan dengan mitos sulit mendapatkan jodoh. Sayap dianggap sebagai simbol kebebasan.

Karena itu, perempuan yang memakannya dipercaya memiliki sifat ingin terbang bebas dan sulit diikat dalam hubungan serius. Kepercayaan ini lebih bersifat simbolik dibandingkan logis.

Mitos ini kemungkinan muncul sebagai cara halus masyarakat lama untuk mengatur perilaku perempuan agar sesuai dengan norma sosial pada masanya. Meski demikian, sayap ayam memang mengandung lemak cukup tinggi dibanding bagian lain.

2. Konsumsi Brutu Bikin Pikun

Brutu atau bagian pantat ayam sering menjadi bahan perdebatan di meja makan keluarga. Ada anggapan bahwa mengonsumsi brutu bisa menyebabkan pikun.

Potongan ayam ini juga sering dihindari atau diberikan kepada orang-orang tertentu saja. Mitosnya juga masih dipercaya dan diwariskan secara lisan pada lintas generasi.

Secara ilmiah, brutu mengandung lemak dan protein yang jika dikonsumsi dalam jumlah wajar tidak berbahaya bagi kesehatan otak. Namun tak ada penelitian yang membuktikan bahwa bagian ini menyebabkan penurunan daya ingat atau fungsi kognitif.




(dfl/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork