Sepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini Tutup

Sepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini Tutup

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 30 Des 2025 12:30 WIB
Sepi Pengunjung! Resto Hooters dengan Pelayan Wanita Seksi Ini Tutup
Foto: Site News
Jakarta -

Dikenal dengan pelayan yang mengenakan pakaian seksi, restoran ikonik asal Amerika ini menutup cabang terakhirnya di Singapura. Penutupan dilakukan gegara pengunjung sepi.

Jaringan restoran asal Amerika Serikat, Hooters, dipastikan akan menutup gerai terakhirnya di Singapura yang berlokasi di Clarke Quay pada 31 Januari 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya kehadiran Hooters di Singapura setelah beroperasi selama sekitar 30 tahun. Gerai tersebut sekaligus menjadi outlet pertama dan terakhir Hooters di negara tersebut.

Hooters Clarke Quay pertama kali dibuka pada 1996 dan memiliki nilai historis penting. Mereka memboyong konsep asli dari Amerika di mana para pramusaji atau pelayannya menggunakan pakaian ketat dan seksi yang disebut sebagai 'Hooters Girls'. Dulunya gaya ikonik Hooters Girls yang menjadi daya tarik utama para pengunjung makan di restoran ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini TutupSepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini Tutup Foto: Site News

Gerai Hooters Clarke Quay merupakan waralaba internasional pertama Hooters di luar Amerika serta outlet pertama di kawasan Asia. Setelah itu, sempat ada dua gerai Hooters lain di Singapura, tapi keduanya telah lebih dulu tutup.

Managing Director Hooters Clarke Quay, Selena Chua, mengatakan kepada Mothership (29/12/2025), bahwa keputusan penutupan diambil karena berbagai tantangan yang terus berlanjut. Utamanya soal kekurangan tenaga kerja dan penjualan yang cenderung lambat karena sepinya pengunjung. Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik usaha, yang merupakan ayahnya, menilai perjalanan bisnis ini sudah cukup panjang dan memutuskan untuk pensiun.

ADVERTISEMENT

"Kami menghadapi kekurangan tenaga kerja yang berkelanjutan dan penjualan yang konsisten melambat," ujar Chua. Ia menjelaskan bahwa pihak restoran sudah menaikkan gaji staf selama bertahun-tahun untuk mengikuti kenaikan biaya hidup, namun tetap berusaha menjaga harga menu agar tetap terjangkau bagi pelanggan. Upaya tersebut, menurutnya, justru memberi tekanan besar pada kondisi keuangan restoran.

Sepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini TutupSepi Pengunjung! Resto 'Hooters' dengan Pelayan Wanita Seksi Ini Tutup Foto: Site News

Chua juga menyoroti kesulitan merekrut karyawan baru. "Sebagian besar generasi muda saat ini tidak ingin bekerja di sektor makanan dan minuman," katanya.

Meski Hooters akan tutup, Chua mengungkapkan adanya rencana untuk membuka sebuah bistro berskala lebih kecil. Bistro tersebut tidak akan menggunakan merek Hooters, tapi sebagian besar staf diperkirakan akan tetap melanjutkan pekerjaan di tempat baru tersebut.

Di akhir pernyataannya, Chua menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan Hooters di Singapura selama 30 tahun terakhir.

"Kami sangat berterima kasih atas setiap momen dan kenangan yang tercipta. Kami mengucapkan selamat tinggal dengan hati yang penuh dan terima kasih atas 30 tahun yang luar biasa," tuturnya.

Sebelumnya, Hooters sempat membuka cabang pertama mereka di Indonesia pada tahun 2017 yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan. Akan tetapi gerai ini tak bertahan lama dan akhirnya tutup.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads