Seolah tak terkikis perkembangan zaman, swalayan-swalayan jadul ini masih eksis di Jakarta. Ada yang bermula sejak tahun 1970-1980an dan masih mempertahankan kesan nostalgia-nya sampai sekarang!
Pasar swalayan sejak dulu menjadi salah satu tempat belanja favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Ukurannya tak lebih besar dari supermarket modern dengan pilihan jenis produk yang juga lebih terbatas.
Di Jakarta, konsep pasar swalayan sempat berjaya pada tahun 1980an dan mulai terkikis di era 2000-an ketika munculnya supermarket besar yang lebih modern. Namun sampai sekarang, ada swalayan jadul yang masih bertahan di Jakarta.
Berikut 5 daftarnya:
1. Naga Swalayan
Naga Swalayan pertama kali buka tahun 1986 di Jatiwaringin, Jakara Timur. Sampai sekarang lokasi pertama Naga Swalayan di Jatiwaringin tetap mempertahankan desain hingga konsep yang mereka tawarkan sejak puluhan tahun lalu.
Kini Naga Swalayan memiliki belasan cabang yang tersebar di Jakarta dan Bekasi. Meski tampilannya bisa terbilang jadul, tapi Naga Swalayan berhasil mempertahankan pelanggan setia mereka karena harga makanan dan barang-barang di sini lebih murah.
Selain itu Naga Swalayan juga aktif mengeluarkan promo paket makanan, minuman, sampai makanan instan yang membuat pasar swalayan ini tetap berjaya sampai sekarang.
2. Santa Swalayan
Warga Jaksel pastinya tak asing dengan Santa Swalayan. Lokasinya di Jalan Raya Wolter Monginsidi. Ukurannya mungil, tapi pilihan barang yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari makanan instan, bumbu masakan, minuman, buah-buahan sampai aneka jajanan pasar tersedia di sini.
Interior swalayannya juga tak banyak berubah dengan mesin kasir yang tak kalah sederhana. Walau memang Santa Swalayan tak seramai pada era 1990-an, tapi pasar swalayan ini masih jadi tempat belanja yang dituju para pelanggan setianya.
3. Aneka Buana
Bagi yang tinggal di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan pasti sudah tidak asing dengan pasar swalayan ini. Namanya Aneka Buana yang sudah ada sejak 1983.
Puluhan tahun berselang, Aneka Buana masih ramai dikunjungi pelanggan setianya meski di Pondok Labu bermunculan supermarket dan minimarket modern. Mirip seperti Swalayan Santa, masuk ke dalam Aneka Buana seakan kembali ke era 1980-1990an
Semua produk makanan dan minuman disusun di rak sederhana, dengan interior khas swalayan jadul. Belakangan Aneka Buana dilirik tak hanya jadi tempat belanja saja, tapi juga tempat kulineran enak. Sebab di sekitar Aneka Buana Pondok Labu ada warung tahu gimbal Semarang hingga siomay yang enak.
(adr/adr)