5 'Red Flags' di Restoran, Sebaiknya Tak Usah Mampir!

ADVERTISEMENT

5 'Red Flags' di Restoran, Sebaiknya Tak Usah Mampir!

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 23 Jan 2023 10:00 WIB
5 Tanda Menu Spesial di Restoran Tak Perlu Dicoba Menurut Chef
Foto: shutterstock
Jakarta -

Beberapa restoran menjadi tujuan populer untuk makan, namun jika sudah menemukan 5 tanda bahaya (red flags) ini sebaiknya tinggalkan restoran itu.

Bagi sebagian orang, makan di restoran merupakan suatu hal menyenangkan. Pelanggan hanya perlu duduk, memesan makanan, dan menunggu beberapa waktu saja untuk bisa menikmati makanan lezat di restoran.

Sayangnya, tidak semua restoran memiliki fasilitas, pelayanan baik, dan makanan yang enak. Ada restoran yang justru kebalikannya.

Sebelum kamu benar-benar datang dan makan di restoran yang dipilih, akan lebih baik jika mengetahui tanda-tanda bahaya yang ditunjukkan restoran tersebut.

Ini merupakan tanda potensial ketika memilih tempat makan. Tanda bahaya atau kerap disebut red flags ini bisa jadi datang dari bangunan gedungnya, pelayannya, maupun makanannya.

Merangkum mashed.com (04/01), jika menemukan 5 red flags dari sebuah restoran, sebaiknya segera dihindari.

1. Pelayan Punya Pengetahuan Sedikit Tentang Menu Makan

5 Tanda Menu Spesial di Restoran Tak Perlu Dicoba Menurut ChefRed flag di restoran bisa saja dilihat dari pelayan yang kurang paham dengan menu yang mereka jual. Foto: shutterstock

Tak semua pelayan di restoran mengetahui asal usul restoran itu dengan baik. Bahkan ada sebagian pelayan yang tidak punya pengetahuan yang kuat terkait menu-menu makan yang mereka tawarkan.

Terkadang ada pelanggan baru yang punya satu dua pertanyaan terkait menu makan yang dijual. Karenanya jawaban pengetahuan mendalam dari pelayan akan sangat membantu. Namun jika pelayan tidak bisa menjawab pertanyaan seputar menu, hal ini patut dicurigai.

Setidaknya pelayan tahu menu dasar beserta bahan-bahan yang biasa digunakan dalam menu tersebut.

2. Menu dan Pilihan yang Tersedia Terlalu Panjang

Restoran berhak menyediakan berbagai macam menu yang mereka ingin jual. Biasanya pilihan menu bervariatif ini dilakukan agar pelanggan tertarik untuk datang terus untuk mencoba berbagai macam makanan lain.

Meskipun tujuannya seperti itu, tetapi sejumlah besar pilihan menu tampaknya justru menurunkan tingkat efisiensi restoran dan membuat waktu tunggu pelanggan lebih banyak juga.

Menu yang lebih sedikit akan membantu menyederhanakan pilihan sekaligus memudahkan pelayan untuk menyiapkan makanan. Ini akan memastikan pelanggan menerima makanan berkualitas yang diantar tepat waktu.



Simak Video "Resto Jepang Tertua di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT