Sedih! Kakek Penjual Kue Talam Ini Berhenti Jualan Usai Kena DBD

ADVERTISEMENT

Sedih! Kakek Penjual Kue Talam Ini Berhenti Jualan Usai Kena DBD

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 28 Okt 2022 15:00 WIB
Sedih! Kakek Penjual Kue Talam Ini Berhenti Jualan Usai Kena DBD
Foto: 8days.sg / Yip Jieying
Jakarta -

Seorang kakek pemilik warung kue talam ini berencana berhenti menjual kue populernya. Selain faktor umur, alasan lainnya karena pemilik terkena penyakit ini.

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak penjual penjual kue legendaris di Singapura yang berhenti menjual dagangannya tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini mulai dari faktor umur, bangkrut, hingga karena sakit.

Tak terkecuali, kakek penjual kue talam populer di Singapura ini. Ia ingin berhenti membuka warung kuenya karena belum lama mengidap penyakit yang mungkin dianggap sepele, namun ternyata berdampak cukup besar.

Melansir 8days.com (27/10), kakek berusia 83 tahun ini terpaksa menutup bisnisnya yang telah berjalan lama itu. Biasanya, kakek ini berjualan Chwee Kueh atau disebut juga kue talam ebi di Taman Jurong Food Center.

Namun secara tiba-tiba, kakek ini menutup warung kue talamnya itu pada bulan Maret lalu tanpa pemberitahuan lebih lanjut. Ternyata hal ini disebabkan karena ia sempat terkena penyakit demam berdarah yang parah.

Sedih! Kakek Penjual Kue Talam Ini Berhenti Jualan Usai Kena DBDKakek penjual kue palem ebi yang terkena penyakit DBD sehingga membuat kakinya menjadi sering bengkak. Foto: 8days.sg / Yip Jieying

Kakek bernama Ah Bah tersebut harus menutup toko kue sementara, selama ia dirawat 4 bulan. Hal ini juga harus dilakukan olehnya karena kasus demam berdarah yang parah bisa mengancam jiwa.

Meskipun kini kakek pemilik warung jajanan Chwee Kueh Peng Ah Boh ini sudah cukup sehat, tetapi penyakit tersebut masih menyulitkannya untuk bergerak. Kaki kakek Ah Boh masih sering bengkak ketika dipakai berjalan.

Kondisi tersebut akhirnya membuat kakek penjual kue talam ebi ini berencana untuk menjual bisnis yang sudah memiliki banyak sekali penggemar setia itu.

Beruntungnya, keahlian luar biasa yang dimiliki Ah Bah dalam membuat Chwee Kueh, telah memberikan kesempatan baginya untuk berbagi ke beberapa murid. Bahkan Ah Boh pernah dipanggil ke London atas undangan pemerintah Singapura untuk memamerkan keahliannya.

Nampaknya Ah Bah tidak akan sembarangan menjual warung kue dan resep yang dikuasainya itu. Oleh karena itu, Ah Bah berpikir mewariskan warung jajanan miliknya kepada salah satu muridnya.

Sedih! Kakek Penjual Kue Talam Ini Berhenti Jualan Usai Kena DBDKarena kondisi kesehatan tersebut, kakek ini pun akhirnya merelakan jika memang toko kue talem nya harus rela dibiarkan hingga tutup. Foto: 8days.sg / Yip Jieying

"Saya tidak ingin melepas warung saya. Saya ingin memberinya ke salah satu murid saya. Banyak dari mereka menginginkan warung saya karena saya baik dalam melakukan bisnis ini. Tetapi NEA (salah satu agensi dari Pemerintah Singapura yang menaungi isu mengenai makanan) mengungkap bahwa dirinya tidak bisa memberinya karena masalah regulasi," ucap kakek ini.

Karena alasan tersebut, akhirnya rencana Ah Bah untuk memindah kuasa warung ini ke muridnya pun gagal dan ia harus merelakan warungnya tersebut.

Namun Ah Bah tidak merasa sayang membiarkan warungnya tutup dengan cuma-cuma. Ini karena ia cukup bangga melihat bagaimana muridnya sudah membuka sendiri warung jajanan kue talam ebi mereka sendiri.

Kakek Ah Bah memang dikenal sebagai pembuat kue talem ebi yang handal. Semua Chwee Kueh itu dibuat dengan tangan tanpa ada bantuan mesin. "Membuatnya tidak susah, tetapi prosesnya cukup lambat. Milik saya sesuai selera orang-orang zaman dulu," ucap Ah Bah.

Sebelum warung jajanan ini tutup, kakek tersebut biasa menjual Chwee Kueh dengan beberapa pilihan porsi. Misalnya isi 3 buah dihargai 1 SGD saja atau sekitar Rp 11 ribu. Sementara jika ingin langsung banyak bisa membeli 10 buah dengan harga 3 SGD atau Rp 33.000.



Simak Video "Laris Manis Penjualan Serabi di Jawa Timur saat Perayaan Imlek 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT