Apakah Tinta Cumi Tergolong Najis dan Haram Dikonsumsi? Ini Faktanya

ADVERTISEMENT

Apakah Tinta Cumi Tergolong Najis dan Haram Dikonsumsi? Ini Faktanya

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 09 Agu 2022 05:00 WIB
Tinta cumi
Foto: iStock
Jakarta -

Di dalam tubuh cumi-cumi, ada tinta yang biasa jadi campuran makanan untuk menambah cita rasa. Namun, apakah tinta cumi-cumi tergolong najis dan haram?

Cumi-cumi memiliki tinta berwarna hitam pekat. Tinta tersebut berfungsi untuk mempertahankan diri dari musuh. Di samping itu, tinta cumi-cumi juga sering jadi campuran makanan.

Banyak yang mengakui bahwa tinta cumi bisa meningkatkan rasa pada makanan. Daging cumi-cumi sendiri halal untuk dimakan, tetapi bagaimana dengan tintanya?

Menurut Buya Yahya dalam dakwahnya (25/12/20), Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa air laut adalah suci. Hewan yang hidup di laut pun halal untuk dimakan.

"Selagi tidak membahayakan, semua binatang di laut adalah halal," ujar Buya Yahya.

1. Hukum Konsumsi Tinta Cumi-cumi

Tinta cumiTinta cumi boleh dikonsumsi. Foto: iStock

BuyaYahya menjelaskan bahwa meskipun halal, ikan memiliki bagian yang tergolong najis, yaitu darah dan kotoran atau muntah ikan.

"Intinya yang dihasilkan dari pencernaan ikan itu najis. Kalau keluar dari mulut itu muntahan, kalau yang keluar dari bagian belakang itu kotoran, itu najis," tuturnya.

Sementara itu, tinta cumi-cumi bukan hasil dari pencernaan. Selagi bukan hasil dari pencernaan, maka tidak bisa dihukumi najis. Dalam kata lain boleh dimakan.

Baca Juga: Zonk! Pesan Cumi Goreng Tepung yang Datang Kremes Tinta Hitam

2. Asal Tinta Cumi

Tinta cumiTinta cumi berasal dari kantong tinta yang berasa di luar lambung. Foto: iStock

Lantas dari manakah tinta cumi berasal? Dalam tubuh cumi-cumi terdapat sebuah organ atau yang disebut kantong tinta. Letaknya berada di luar lambung cumi, persis di bawah bagian kepala cumi.

Tinta cumi itu tidak berasal dari organ pencernaan, melainkan dari kelenjar khusus yang ditampung dalam kantong tinta yang warnanya keperakan. Lubang keluarnya tinta pun tidak melalui anus.

Tinta cumi keluar langsung ke rongga atau corong khusus yang disebut siphon. Karenanya, tinta tidak bisa disamakan dengan kotoran dan muntah.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT