ADVERTISEMENT

Bakery Jadul Populer

Kata Pastry Chef Soal Roti Jadul Klasik Kembali Diminati dan Jadi Tren

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 31 Jul 2022 11:02 WIB
5 Fakta Roti Bluder, Peninggalan Belanda yang Jadi Ikon Kuliner Kota Madiun
Foto: Instagram @bludercokromadiun
Jakarta -

Banyak faktor yang membuat roti zaman dulu (jadul) dan klasik kembali diminati sekarang. Salah satunya dari selera orang Indonesia hingga penyebarannya di media sosial.

Kini semakin banyak toko kue (bakery) di Indonesia yang kembali menjual roti jadul klasik seperti roti keset, roti sobek, roti sisir, hingga bluder. Ternyata ada alasan tersendiri mengapa tren roti jadul ini kembali diminati oleh banyak orang, terutama kalangan milenial.

Kepada detikFood (30/07), Chef Yongki Gunawan selaku pakar kuliner dan ahli pastry senior di Indonesia menjelaskan pandangannya tentang kembalinya tren roti jadul ke permukaan.

"Perlu kita ketahui bahwa roti itu bukan makanan utama di Indonesia. Jadi sejak dulu roti dikonsumsi oleh orang Indonesia sebagai selingan saja seperti camilan, sementara di negara Barat, roti itu seperti nasi, dimakan untuk mengenyangkan," beber Chef Yongki.

Selain itu menurutnya, faktor utama orang-orang menyukai roti jadul ini karena teksturnya kebanyakan sangat lembut. Isiannya juga padat dan legit serta rasanya manis enak.

"Orang Indonesia lebih suka roti manis. Tapi faktor utamanya itu orang-orang Indonesia dari dulu suka roti yang punya tekstur lembut dan legit. Seperti roti bluder contohnya, roti ini asli Semarang, diciptakan dengan banyaknya kuning telur, sehingga tekstur roti bluder sangat amat lembut. Begitu juga dengan roti jadul lainnya yang kebanyakan punya ciri khas tekstur roti lembut dan isian yang padat," ujarnya.

Baca Juga: Menikmati Roti Jadul Legendaris Tahun 70-an, Bikin Nostalgia Masa Kecil" selengkapnya

Toko Roti Tegal: toko roti legendaris sejak 1968 yang tawarkan aneka roti jadul.Toko Roti Tegal: toko roti legendaris sejak 1968 yang tawarkan aneka roti jadul. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari


"Jadi menurut saya, orang-orang di Indonesia itu makan roti masih sekadar untuk fashion (gaya hidup) saja. Jadi untuk tren semata, apalagi di kalangan millenial ya, mereka suka isian roti yang tinggi kolestrol. Seperti keju, smoked beef, hingga selai cokelat karena yang berlemak ini lah yang membuat rasa roti enak," ungkap Chef Yongki.

Sementara untuk roti Barat seperti French Baguette, White Bread, hingga French Bread itu tidak terlalu booming. Hal ini karena jenis roti tersebut tidak sesuai dengan selera orang Indonesia yang sejak dulu sudah mengenal roti lembut.

"Jadi tren orang-orang lebih suka roti jadul ketimbang roti modern ini bukan termasuk tren evolusi ya. Karena orang Indonesia sejatinya sejak dulu di era penjajahan Belanda, sudah menciptakan kreasi roti mereka sendiri yang lembut dan legit," sambungnya.

Roti Jadul yang Masih EksisRoti Jadul yang Masih Eksis Foto: Instagram

Begitu juga dengan penyebaran roti jadul yang kembali tren sekarang. Sosial media dan internet menjadi alasan utama mengapa orang-orang mulai membicarakan dan melirik roti jadul lagi yang hanya ada di Indonesia dan tidak bisa ditemukan di mana pun.

"Bahkan sekarang orang luar negeri banyak yang menjual roti jadul khas Indonesia. Seperti di Australia contohnya, ada toko kue yang khusus jual roti sobek dan lainnya. Begitu juga tren masuknya roti lembut dari Jepang hingga Taiwan, yang tentunya sudah disesuaikan dengan selera orang Indonesia," tutup Chef Yongki Gunawan.

Baca Juga: Penggemar Roti Klasik Wajib Mampir ke 5 Bakery Jadul di Bandung Ini" selengkapnya



Simak Video "Resep Bolu Gulung Kurma untuk Idul Fitri"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT