Ini Pendapat Chef Minang soal Rendang Babi yang Tuai Pro Kontra

ADVERTISEMENT

Ini Pendapat Chef Minang soal Rendang Babi yang Tuai Pro Kontra

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 10 Jun 2022 17:30 WIB
Rendang
Foto: iStock
Jakarta -

Kemunculan rendang babi menuai pro dan kontra. Seorang chef Minang asal Sumatera Barat ini berpendapat bahwa rendang babi tak ada yang salah. Ini penjelasannya.

Rendang dikenal sebagai kuliner dari tanah Minang yang terbuat dari daging sapi dan berbagai bahan lain yang halal. Namun, restoran Padang di kawasan Kelapa Gading ini menawarkan nasi Padang non halal dengan berbagai menu.

Salah satunya ada rendang babi yang kemudian jadi viral dan menuai pro dan kontra. Banyak yang mengkritik bahwa rendang babi tidak tepat. Namun, tak sedikit pula yang menyebut rendang babi tidak masalah.

Seperti yang diungkap oleh Chef asal Minangkabau yang akrab disapa Uda Dian. Melalui unggahan di Instagramnya @udadiananugrah (10/06) ia mengungkap bahwa rendang babi tidak bertentangan dengan hukum.

Baca Juga: Heboh Nasi Padang Babi, Ini Cara Mengecek Dagingnya

Namun meskipun begitu, ada adab yang perlu diterapkan dalam penjualan rendang babi. Mengingat mayoritas masyarakat Minang adalah umat muslim yang memiliki nilai dan budaya.

1. Tidak Bertentangan dengan Hukum

RendangChef Dian menyebutkan bahwa secara hukum, tidak ada yang salah dengan rendang babi Foto: iStock

Chef Dian menyebutkan bahwa secara hukum, tidak ada yang salah dengan rendang babi yang dijual di restoran Babiambo. Sebab restoran tersebut telah menyebutkan dengan gamblang sebagai 'nasi Padang non halal'.

Tentunya restoran tersebut sudah memiliki pangsa pasar sendiri yang merupakan non muslim. Menurutnya, siapa saja sah-sah saja memasak makanan menggunakan bahan non halal.

"Apalagi itu jelas-jelas mencantumkan kata 'non halal', tidak pas rasanya mengkritisi hal tersebut secara berlebihan," lanjutnya.

Baca Juga: Ketua Harian IKM Andre Rosiade Minta Penjualan Rendang Babi Disetop

2. Bahan Masakan Tidak Punya Agama

Restoran nasi Padang umumnya memiliki konsumen yang mayoritas merupakan umat muslim. Bahkan nasi Padang kerap jadi comfort food karena semua menunya terjaga kehalalannya.

"Inilah titik balik yang membuat orang mengkritisi. Walaupun seperti itu, sungguh kita tidak bisa mengkritisi secara serampangan, Nasi, Bawang, Cara Masak dan lainnya tidak mempunyai agama," jelas Chef Dian.

Karenanya jika ada seseorang yang memasak dengan bahan non halal, maka itu mereka harus menjelaskan bahwa produk yang mereka buat adalah non halal.

"Sudah pasti jikamuslim tentu bukanlah pangsa pasar dari restoran tersebut. Yang jadi masalah adalah ketika sajian non halal dijual ke komunitasmuslim," ujarnya.



Simak Video "Mencoba Nasi Padang dengan Sentuhan Kuliner Asal Medan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT