ADVERTISEMENT

Viral Restoran Sushi Tidak Halal, Ini 3 Bahan Sushi yang Tak Halal

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 02 Jun 2022 11:30 WIB
Viral Restoran Sushi Tidak Halal, Ini 3 Bahan Sushi yang Tak Halal
Foto: Getty Images/iStockphoto/merc67
Jakarta -

Belakangan viral kabar restoran sushi terkenal tidak halal karena menggunakan bahan beralkohol. Yuk, kenali titik kritis kehalalan sushi. Bahan-bahan apa saja yang bisa membuat sushi tidak halal?

Unggahan aktor sekaligus model, Adrian Maulana (1/6) soal restoran sushi tidak halal menjadi viral. Ia mengingatkan bahwa sebuah jaringan restoran sushi terkenal belum mengantongi sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam unggahan itu ia mengucapkan terima kasih pada seorang pengunjung yang menginformasikan pada dirinya melalui pelayan, bahwa restoran Genki Sushi mengandung mirin dan shoyu.

Lantas mengapa mirin dan shoyu bisa membuat sushi menjadi tidak halal? Seperti apa penggunaannya dalam sushi? Berikut detikfood merangkum informasinya:

1. Mirin

Viral Restoran Sushi Tidak Halal, Ini 3 Bahan Sushi yang Tak HalalMirin kerap dipakai untuk merekatkan nasi sushi. Foto: Getty Images/iStockphoto/merc67

Kreator konten yang fokus membahas aspek halal-haram makanan, Dian Widayanti (1/6) menjelaskan lebih lanjut soal titik kritis kehalalan sushi. Pertama, ada mirin yang digunakan sebagai bahan campuran nasi sushi dan saus masakan Jepang.

Mirin punya fungsi khusus yaitu membuat nasi sushi lebih merekat sehingga tidak mudah tercerai buliran berasnya. Mirin juga memberi rasa khas pada sushi yang menurut banyak orang menentukan faktor keautentikan sebuah sushi.

Mengutip situs LPPOM MUI (19/8/2018), mirin tergolong haram karena mengandung alkohol. Selain itu, di Jepang mirin juga tergolong minuman keras yang memabukkan.

"Mengenai mirin, seperti kita ketahui merupakan bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa cairan beralkohol berwarna kuning, berasa manis. Mirin termasuk dalam kategori khamr, oleh karenanya tergolong sebagai najis. Sedangkan suatu produk disebut halal apabila terbuat dari bahan-bahan halal dan tidak terkontaminasi bahan-bahan najis, oleh karenanya penggunaan mirin pada produk halal tidak diperbolehkan," tulis MUI.

Di pasaran, mirin yang dijual bisa mengandung alkohol hingga 14%. Karenanya muslim dianjurkan berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsinya.

Kalau mau tetap menggunakan mirin, muslim bisa memilih alternatifnya yang sudah bersertifikat halal atau memakai bahan pengganti mirin seperti gula, madu, dan Cola yang memberikan sensasi rasa manis mirip mirin.

Informasi soal bahan lain yang membuat sushi tidak halal ada di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT