Fenomena Warteg

Dirintis Orang Tegal, Warteg Kini Jadi Favorit Artis hingga Pejabat

Riska Fitria - detikFood Rabu, 11 Mei 2022 15:30 WIB
Sejumlah warteg di Depok, tetap berjualan selama bulan Ramadan. Meski begitu, warteg-warteg tersebut ditutup tirai untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menawarkan menu masakan rumahan sederhana, warteg kerap digemari banyak orang. Selain karena harganya yang relatif terjangkau, warteg juga punya banyak pilihan lauk.

Warteg merupakan singkatan dari Warung Tegal. Sesuai dengan namanya, warung makan ini dahulu dirintis oleh orang Tegal yang tinggal di Jakarta. Uniknya, warteg justru tidak ditemukan di Tegal.

Sebenarnya ada banyak versi tentang sejarah warteg. Salah satu yang populer menyebutkan bahwa berdirinya warteg berawal dari proses urbanisasi dari desa ke kota pada tahun 1950-1960.

Dikutip dari Narasi Sejarah, dulu ada warga asal Tegal yang pindah ke Jakarta. Kemudian ia mulai berjualan makanan di sekitar proyek pembangunan. Karena yang jualan orang Tegal, maka disebutlah Warung Tegal.

Baca Juga: Sensasi Warteg Masa Kini di Bintaro, Gak Kenyang Gak Pulang

Status Jakarta naik menjadi PPKM level 2 hingga 17 Januari 2022. Aturan pembatasan makan di Warteg pun kembali dilakukan.Makanan yang ditawarkan di warteg umumnya merupakan masakan rumahan yang sederhana Foto: Grandyos Zafna

Harga makanan yang ditawarkan di warung tersebut pun terbilang terjangkau. Selain itu, porsi yang diberikan sangat banyak dan pilihan lauk-pauknya pun beragam.

Makanan yang ditawarkan di warteg umumnya merupakan masakan rumahan yang sederhana. Mulai dari ayam goreng, ikan goreng, tumisan sayur, sayur bening, sayur sop, kering tempe dan lainnya.

Melihat kesuksesan warteg pertama itu, membuat banyak perantau dari Tegal yang datang ke Jakarta. Mereka datang untuk membuka warung makan. Bahkan warteg menjadi penyumbang ekonomi warga di Tegal.

Seperti di dua desa, yakni Desa Sidapurna dan Desa Sidakaton di mana hampir seluruh warganya berprofesi sebagai pengusaha warteg.

Baca Juga: Pertama Kali Makan di Warteg, 3 Orang Jepang Ini Kaget Harganya Murah!

Status Jakarta naik menjadi PPKM level 2 hingga 17 Januari 2022. Aturan pembatasan makan di Warteg pun kembali dilakukan.Makanan warteg banyak disukai semua kalangan mulai dari masyarakat, artis hingga pejabat tinggi Foto: Grandyos Zafna

Karena menawarkan makanan rumahan yang sederhana dengan harga terjangkau membuat warteg erat kaitannya dengan julukan 'makanan rakyat'. Namun, itulah yang warteg disukai banyak orang.

Tak hanya masyarakat biasa, bahkan kalangan artis dan pejabat pun tak gengsi untuk makan di warteg. Biasanya mereka memiliki warteg langganan. Seperti Anies Baswedan yang jadi langganan di Warteg Warmo.

Selain itu, artis Sophia Latjuba juga punya langganan warteg di Warung Berkah, Ruben Onsu di warteg Kharisma Berkah, Anya Geraldine di Warteg Barokah dan Presiden Jokowi di Warteg 21 Ma'djen.

Meskipun sering dijuluki sebagai makanan rakyat, tetapi jangan salah. Ada pula warteg mewah yang dikenal dengan harga makanan yang jauh lebih mahal dari warteg-warteg pada umumnya.

Warteg tersebut adalah Warteg Gang Mangga yang sering jadi incaran para foodies dan punya banyak langganan. Warteg yang buka 24 jam itu rata-rata membanderol seporsi makanan dengan harga Rp 65.000 - Rp 75.000.

Nah, di ulasan detikFood kali ini kami akan memberikan rekomendasi warteg di berbagai daerah, termasuk juga yang legendaris dan jadi langganan banyak publik figur di Indonesia. Simak terus ulasan detikFood ya!.

Baca Juga: 5 Fakta Warteg Gang Mangga, Warteg 'Sultan' Paling Mahal di Jakarta



Simak Video "Warteg Legendaris Gang Mangga: Satu Sendok Petai Harganya Rp 15 Ribu!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com