kuliner mudik

5 Fakta Pabrik Gula Banjaratma yang Kini jadi Rest Area Paling Ikonik di Brebes

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 30 Apr 2022 06:00 WIB
Bagi pelintas Tol Trans Jawa di ruas tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, arah Jakarta, tentu akan melihat pemandangan Rest Area KM 260B Banjaratma yang bernilai sejarah ini.

Rest Area KM 260B Banjaratma ini aslinya adalah bangunan bekas pabrik gula yang di kreasi dan fungsikan untuk menjadi bernilai guna atas inovasi serta sinergi dari BUMN.
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Memiliki gaya bangunan yang ikonik, rest area heritage 260 B Banjaratma ternyata menempati bangunan bekas pabrik gula. Begini sejarahnya.

Bagi penyintas jalan tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah kamu akan menemukan rest area heritage 260 B Banjaratma. Berdirinya rest area ini merupakan inovasi dan sinergi dari BUMN untuk masyarakat.

Banyak yang terpesona dengan gaya bangunan rest area heritage 260 B Banjaratma. Di balik gaya bangunannya yang klasik, rest area ini memiliki sejarah panjang.

Mengingat rest area ini menempati bangunan bekas pabrik gula. Menurut sejarahnya, pabrik gula Banjaratma merupakan perusahaan industri gula yang pernah berdiri di Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Mungkin Rest Area di Brebes Ini yang Paling Instagenik se-Indonesia

Lokasi pabrik gula Banjaratma ini berada di desa Banjaratma, Bulakamba, Brebes atau yang sekarang ini telah dikenal menjadi rest area KM 260 B Banjaratma.

1. Berdiri pada Tahun 1908

Bagi pelintas Tol Trans Jawa di ruas tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, arah Jakarta, tentu akan melihat pemandangan Rest Area KM 260B Banjaratma yang bernilai sejarah ini.Rest Area KM 260B Banjaratma ini aslinya adalah bangunan bekas pabrik gula yang di kreasi dan fungsikan untuk menjadi bernilai guna atas inovasi serta sinergi dari BUMN.Pabrik gula Banjaratma didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam Foto: Rachman_punyaFOTO

Pabrik gula Banjaratma didirikan oleh N.V Cultuur Maatschappij sebuah perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam pada tahun 1908. Hal ini di didasarkan pada Inventaris van de archieven van de Cultuur, Handel-en Industrie Bank Koloniale Bank, Cultuur Bank NV.

Hal ini juga termurah dalam Koloniaal Verslag 1907 yang berisi tentang daftar statistik perusahaan pabrik gula di Jawa tahun 1906. Dalam daftar statistik tersebut pada tahun 1906 Pabrik Gula Banjaratma tidak disebut di dalam daftar.

2. Dijadikan Tempat untuk Melakukan Penelitian

Bagi pelintas Tol Trans Jawa di ruas tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, arah Jakarta, tentu akan melihat pemandangan Rest Area KM 260B Banjaratma yang bernilai sejarah ini.Rest Area KM 260B Banjaratma ini aslinya adalah bangunan bekas pabrik gula yang di kreasi dan fungsikan untuk menjadi bernilai guna atas inovasi serta sinergi dari BUMN.Pabrik gula Banjaratma pernah dijadikan tempat penelitian ilmiah Foto: Rachman_punyaFOTO

Kemudian pada peta Dutch Colonial Maps di tahun 1919, Pabrik Gula Banjaratma disebut dengan Station Banjaratma Proefstations atau stasiun pengujian.

Maksudnya adalah digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap budaya dan proses produksi gula sehingga memperoleh produksi yang optimal.

Proefstations diperkenalkan oleh Gerrit Jan Mulder pada tahun 1884 pada Pabrik Gula di Bogor yang selanjutnya menjadi kebutuhan penting di pabrik gula.

Sejak itulah, keberadaan Stasiun Pengujian ini memiliki peran yang besar dalam keberhasilan produksi Gula di Jawa.



Simak Video "Laris Manis Laklak Biu Men Bayu Khas Tabanan"
[Gambas:Video 20detik]