ADVERTISEMENT

Sereal Bisa Jadi Makanan Non Halal, Ini Penjelasan LPPOM MUI

Devi Setya - detikFood
Jumat, 25 Mar 2022 07:00 WIB
Sereal
Foto: Getty Images/iStockphoto/beats3

4. Pewarna makanan

Saat ini, pewarna makanan semakin berkembang, ada yang dibuat dari bahan sintetis (buatan) dan natural (alami). Pewarna sintetis disukai produsen makanan karena memiliki tingkat kestabilan warna yang cukup baik serta harga yang relatif murah.

Sementara itu, pewarna alami biasanya bersifat kurang stabil. Proses pembuatan pewarna alami pun terbilang sulit dan membutuhkan banyak bahan. Untuk menghindari kerusakan warna dari pengaruh suhu, cahaya, serta pengaruh lingkungan lainnya, maka sering kali pewarna jenis ini ditambahkan pelapis melalui proses micro-encapsulation. Salah satu jenis pelapis yang sering dipakai adalah gelatin.

"Beberapa pewarna berbahan alami menggunakan gelatin sebagai penstabil. Dalam hal ini, sumber gelatin harus dipastikan berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syar'i," papar Ir. Muti Arintawati, M.Si., Wakil Direktur LPPOM MUI.

SerealSereal Foto: Getty Images/iStockphoto/beats3

5. Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral dapat berasal dari berbagai sumber seperti dari hewani, mikrobial, nabati, atau sintetis. Apabila berasal dari hewan, maka harus berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syariah.

Jika vitamin berasal dari mikrobial, media pertumbuhannya perlu diperhatikan harus terbebas dari unsur najis. Bahan penolong dan bahan tambahan untuk menjaga vitamin agar tetap stabil juga diperlukan, misalnya pelapis yang biasanya terbuat dari gelatin.

6. Minyak Nabati

Dalam proses pembuatan sereal, minyak nabati memerlukan bahan penolong, seperti asam sitrat. Asam sitrat adalah produk mikrobial yang harus diperhatikan media pertumbuhannya terbebas dari najis. Sedangkan sumber bahan dekolorisasi bisa berasal dari arang aktif, seperti kayu, batubara, atau tulang.

7. Marshmallow

Beberapa sereal dilengkapi dengan marshmallow, bahan inilah yang terbilang paling tinggi titik kritis kehalalalannya. Untuk membuat marshmallow diperlukan gelatin yang umumnya dibuat dari tulang maupun kulit hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, ikan, juga babi.

"Gelatin itu merupakan salah satu bahan yang kritis dari sisi kehalalannya bagi umat muslim. Karena hampir semua produk gelatin itu diimpor dari luar negeri. Padahal ia banyak digunakan untuk berbagai macam produk konsumsi sehari-hari," tutur Ir. Muti Arintawati, M.Si., Direktur Audit Halal LPPOM MUI.



Simak Video "Menengok Restoran Halal di Angeles City, Filipina"
[Gambas:Video 20detik]

(dvs/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT