Di Kotanya Pecel Lele, Orang Lamongan Asli Malah Pantang Makan Lele

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 11 Nov 2021 10:30 WIB
Fried catfish rice with sambal, popular traditional Malay or Indonesian local food. Foto: iStock

Pengejaran Bayapati dan Hubungannya dengan Lele

Lele di kolam reaktor nuklir Chernobyl.Lele di kolam . Foto: Wikimedia Common/Vic Harkness

Karena saat itu Mbok Rondo Mbarang belum mengenal Bayapati. Ia pun berpikir bahwa Bayapati merupakan pencuri yang membawa keris pusaka tersebut. Mbok Rondo berteriak dan membuat Bayapati dikejar oleh warga desa.

Guna menyelamatkan diri, Bayapati nekat terjun ke dalam kolam yang dipenuhi ikan lele. Lele ini memiliki patil yang cukup tajam dan tentunya berbahaya. Sehingga para warga sekitar yakin bahwa Bayapati sudah meninggal di dalam kolam itu.

Bayapati yang selamat dari pengejaran itu, akhirnya bersumpah bahwa dia dan semua keturunannya tidak akan menyantap ikan lele. Dari sini lah muncul pantangan bahwa orang Lamongan asli, dilarang makan ikan lele.

Mitos Jika Melanggar Pantangan Makan Lele

Javanese Indonesian food fish with rice and vegetablesJavanese Indonesian food fish with rice and vegetables Foto: iStock

Meski terdengar unik, bagi orang Lamongan asli makan ikan lele merupakan pantangan tersendiri. Mereka percaya dengan mitos yang beredar, jika mereka masih iseng atau penasaran mencicip ikan lele.

Salah satunya adalah timbul bercak putih di kulit seperti lele. Kemudian gatal-gatal di sekujur tubuh. Karena memang masyarakat percaya jika pantangan ini dilanggar, orang-orang kulitnya akan mengalami bercak-bercak putih seperti lele.

Bahkan sampai sekarang pantangan ini masih dilakukan. Jarang sekali orang atau warga keturunan Lamongan asli yang makan ikan lele. Meski kota ini dikenal sebagai kotanya pecel lele di Indonesia.

Baca Juga: 5 Mitos Makan Jadul, Larang Orang Makan di Sudut Meja hingga Depan Pintu

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com