Penggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap Mukbang

Diah Afrilian - detikFood Selasa, 19 Okt 2021 18:30 WIB
Penggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap Mukbang Foto: iStock
Jakarta -

Mukbang atau makan dalam jumlah banyak menjadi konten yang banyak diproduksi oleh konten kreator. Ternyata begini pandangan Islam terhadap konten mukbang.

Mukbang atau makan banyak dalam sekali waktu terbukti mampu menarik perhatian penonton di media sosial. Daya tariknya yang tinggi membuat banyak konten kreator berlomba-lomba membuat konten mukbang demi mendapatkan penonton yang berlimpah.

Tidak jarang konten-konten mukbang yang ditampilkan juga banyak ditiru oleh penontonnya. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga para orang dewasa tidak luput dari mencontoh konten mukbang yang dilakukan para konten kreator.

Penggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap MukbangPenggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap Mukbang Foto: iStock

Di balik daya tariknya yang tinggi ternyata mukbang justru memiliki banyak dampak negatif di belakangnya. Mukbang bahkan juga dipandang sebagai perilaku yang mendatangkan banyak keburukan dalam Islam.

Baca juga: Begini Keutamaan Mentraktir Makan Orang Lain dalam Islam

Seperti yang disampaikan oleh Buya Yahya pada akun YouTube Al Bahjah TV (3/10), mukbang merupakan tindakan yang sangat menyalahkan adab makan dalam Islam. Tidak banyak juga orang-orang yang melakukan konten mukbang ini memiliki fisik yang terbilang langsing dan kecil tetapi memaksakan diri untuk makan-makanan yang bahkan lebih besar dari dirinya.

"Mohon maaf kepada orang yang makan banyak. Bagaimana Nabi mengajarkan cara makan, bagaimana seorang yang bertubuh kecil bisa makan satu nampan besar untuk lima orang atau enam orang. Bukankah makan itu untuk kita nikmati dan bersyukur kepada Allah SWT?" kata Buya Yahya.

Penggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap MukbangPenggemar Mukbang, Ini Pandangan Islam Terhadap Mukbang Foto: iStock

Makan bukan hanya sekedar menelan makanan dan mengatasi rasa lapar. Dalam ajaran Islam, makan juga memiliki aturan dan adab yang seharusnya diikuti agar tidak mengganggu kesehatan dan memberikan dampak buruk terhadap tubuh.

"Bukan hanya mampu makan satu bakul... Tapi sisi kesehatan bagaimana? Anda punya masa, punya waktu untuk menikmati hidup dengan sehat dengan baik. Bukan hanya untuk makan sebanyak-banyaknya," kata Buya Yahya.

Aturan makan dalam Islam bukan hanya halal sumber dan bahan makanannya. Ada adab makan yang harus diikuti agar makan menjadi berkah. Bagi umat Muslim pentingnya mengikuti aturan serta seluruh adab-adab adalah agar indah dipandang Allah SWT dan Rasulullah serta manusia lainnya atas dasar syariat agama bukan untuk membandingkan kehebatan.

Baca juga: Begini Hukum Makan dengan Tangan Kiri dalam Alquran dan Hadis



Simak Video "Mukbang Seafood Cuma-cuma Bagi Penghapal Pancasila"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com