Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang Ternyata Bukan Hadits Rasulullah SAW

Devi Setya - detikFood Sabtu, 18 Sep 2021 08:00 WIB
Islamic women friends dining together with happiness Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Banyak hadits soal adab makan yang disampaikan Rasulullah SAW. Namun ada juga anjuran makan yang disebut hadits padahal bukan, salah satunya yakni makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Sebagian besar orang pasti pernah mendengar anjuran soal makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Anjuran ini kerap disebut salah satu hadits Rasulullah SAW, padahal sebenarnya ini bukanlah hadits.

Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan hal tersebut. Diungkapkan Ustaz Adi Hidayat bahwa banyak hadits palsu yang berkembang di masyarakat, salah satunya soal adab makan.

limbah makanan di arabMakan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang Ternyata Bukan Hadits Rasulullah SAW Foto: iStock/Arab News

Dalam satu ceramah yang ditampilkan lewat YouTube channel Audio Dakwah (28/12), Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal hadits palsu ini.

"Kita sering dengar, makan saat lapar berhenti sebelum kenyang, itu ternyata bukan hadits, bukan hadits, itu hadits palsu. Saking palsunya di kitab hadits palsu pun tidak ditemukan," kata pria yang akrab disapa UAH ini.

Menurutnya, kalimat ini tidak pernah dilontarkan Rasulullah SAW. Asal mula kalimat ini berasal dari seorang dokter yang dimintai pendapat oleh raja.

"Kisahnya tidak terkait dengan hadits, tapi kisah seorang raja yang ingin mendapatkan masukan tentang cara hidup sehat yang bebas dari penyakit. Maka dikumpulkan 4 dokter, ada dokter yang dari Sudan, dokter dari Irak, Persia, India ada dokter dari romawi. Di kumpulkan, semua memberikan saran ada yang mengatakan makan biji Rashad, ada yang mengatakan Anda cukup minum setiap bangun dari tidur minum beberapa teguk air," beber Ustaz Adi Hidayat.

Dari keempat dokter ini masing-masing memberikan masukan dan diterima oleh raja. Namun seorang dokter asal Sudan hanya diam saja. Ketika ditanya, dokter ini mengatakan semua saran yang diberikan oleh 3 dokter ini baik namun masih memiliki efek samping.

"Beliau diam dan mengatakan dengan hormat pada dokter yang lain, mengatakan baik-baik kami punya kebiasaan kalau paduka ingin sehat tanpa efek samping, maka biasakanlah makan saat paduka merasa lapar dan angkat tangan paduka dari makanan sebelum paduka merasa kenyang," lanjut ustaz Adi Hidayat.

Dari sinilah muncul kalimat 'makam saat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang'. Ustaz Adi Hidayat menegaskan kalimat ini tidak ada hubungannya dengan hadits Nabi Muhammad SAW.

"Ini pesannya bagus, tapi tidak setiap pesan yang bagus harus jadi hadits," ujarnya.

Beberapa hadits sahih Rasulullah SAW soal adab makan yakni makan dengan tangan kanan, makan dan minum sambil duduk serta tidak boleh mencela makanan.



Simak Video "Bikin Laper: Nasi Bakar Pak Yudhi yang Mirip Sajian Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com