4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim

ADVERTISEMENT

4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 07 Sep 2021 08:00 WIB
4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim
Foto: iStock
Jakarta -

Dalam ajarannya, Allah SWT melarang hambanya untuk mengonsumsi daging babi karena beberapa alasan. Keharaman daging babi sudah dicetusnya sejak lama, ini awal mulanya.

Dalam Al-Quran tercatat jelas bahwa umat muslim dilarang untuk mengonsumsi daging babi. Allah SWT mengatakan bahwa hukumnya adalah haram. Itu sudah dijelaskan dalam beberapa surah di dalam Al-Qur'an.

Salah satunya adalah surah An-Nahl ayat 115, yang artinya, "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah....

tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS. An Nahl: 115).

Baca Juga: 8 Istilah Makanan yang Terbuat dari Babi, Perlu Dicermati Muslim

1. Bagian yang Haram dari Babi

4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim Foto: iStock

Dijelaskan bahwa yang haram dari babi bukan hanya dagingnya saja, tetapi semua yang berasal dari hewan tersebut. Mulai dari darah, bangkai dan minyak babi. Saat itu Allah SWT mengharamkan daging babi di Jazirah Arabiah.

Padahal di Jazirah Arabiyyah tidak ada babi sama sekali. Dikutip dari Halal Corner, pada masa jahiliyah bangsa Arab tidak pernah sekali pun menyebut babi dalam syair dan prosa mereka, sebagaimana mereka menyebut nama-nama hewan ternak lain.

Hal itu menunjukkan babi tidak ditemukan di kehidupan mereka. Selain itu, tidak pula ditemukan babi dalam sejarah bangsa Arab sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai Nabi Muhammad SAW.

2. Kisah Kabilah Arab yang Memelihara dan Makan Babi

4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim Foto: iStock

Satu-satunya kabilah Arab yang memelihara dan makan babi adalah Bani Taghlib, yaitu sebuah pecahan dari Bani Bakar bin Wail yang merupakan keturunan dari Rabi'ah.

Kabila tersebut beragama Kristen. Menurut para ahli tarikh, awalnya mereka hidup di Jazirah Arabiyyah. Kemudian sejak abad ke-7 masehi mereka bermigrasi ke Iraq.

Lalu, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Yatsrib atau Madinah Munawwaroh, di sana juga tidak ada kabilah Arab yang memelihara dan mengonsumsi babi. Bahkan kaum Yahudi di sana pun tidak demikian karena syarian mereka juga mengharamkannya.

Dari kisah itulah, sebagian ulama menyebutkan bahwa Rasulullah SAW belum pernah melihat hewan babi. Menariknya adalah AllahSWT telah mengharamkan makan babi sejak fase dakwah Islam di Mekkah.

3. Larangan Makan Babi sudah Ada Sejak Lama

4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim Foto: iStock

Dapat diartikan bahwa Islam sudah melarang mengonsumsi babi sejak dini. Surat An-Nahl dan Surat Al-An'am yang di antara ayatnya melarang dan mengharamkan makan babi adalah surat Makkiyyah atau surat yang diturunkan di Mekkah.

Dan itu turun sebelum hijrah. Lantas mengapa babi diharamkan sementara di Mekkah tak ada satu pun ekor babi ditemukan? Terdapat ayat Makkiyah yang berbicara tentang tasyri' atau larangan makan babi.

Setelah hijrah ke Yatsrib, Allah SWT pun menguatkan larangan makan babi. Allah SWT lalu menurunkan Surah Al-Baqarah dan Surah Al-Maidah.

Juga lantas mengapa babi diharamkan sementara di Kota Yatsrib tak ada babi? Bahkan bangsa Arab dan Yahudi di sana pun tak ada yang makan babi. Bangsa Arab tidak makan babi karena syariat Nabi Ibrahim AS.

Syariat itulah yang masih dijaga oleh bangsa Arab di masa Jahiliyah. Menariknya, semua ayat yang melarang dan mengharamkan babi justru sebelum ditaklukkannya Persia dan Romawi.

4. Mukjizat Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup

4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim4 Kisah Awal Mula Daging Babi Diharamkan untuk Muslim Foto: iStock

Itulah salah satu kemukjizatan Alquran di mana yang sesungguhnya mengabarkan kondisi babi di akhir zaman. Alquran sebenarnya tengah mengkhithob generasi umat Islam modern.

Karena babi di masa kekuasaan dan kejayaan Islam tidak dipelihara dan tidak ditemui di negeri mereka. Namun, kini daging babi justru banyak diolah menjadi makanan. Dan itu menyebar luas dalam kehidupan manusia modern.

Perlu ditekankan bahwa babi bukan hanya haram untuk dikonsumsi, tetapi juga haram untuk diperjualbelikan dan dimanfaatkan. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya Allah bila mengharamkan atas suatu kaum makan sesuatu Dia juga haramkan atas mereka harganya,".

Baca Juga: 5 Kisah Makan Babi Viral, Dimakan Muslim dan Ditanyakan Kehalalannya

(raf/raf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT