Kopi Indonesia Masih Moncer Saat Pandemi, Permintaan Ekspor ke Mesir Meningkat

Devi Setya - detikFood Jumat, 03 Sep 2021 15:30 WIB
lebih baik biji kopi atau kopi bubuk Foto: iStock
Jakarta -

Pasar kopi Indonesia ternyata masih menjanjikan meskipun sedang di tengah pandemi Covid-19. Bahkan berdasarkan data, permintaan ekspor kopi Indonesia ke Mesir meningkat.

Pandemi Covid-19 memang memberi dampak besar pada sektor bisnis kuliner. Banyak bisnis kuliner terpaksa gulung tikar karena kehilangan pembeli. Demikian juga untuk beberapa bisnis kopi.

Di beberapa kota besar, bisnis coffee shop memang tak seramai masa sebelum pandemi. Tapi para pengusaha memiliki ide untuk membuat kopi dengan konsep ready to drink.

Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.Kopi Indonesia Masih Moncer Saat Pandemi, Permintaan Ekspor ke Mesir Meningkat Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA

Konsep ini terbilang efektif, beberapa coffee shop menghadirkan kopi dalam kemasan besar agar bisa dijadikan stok minuman bagi para penggemar kopi. Tak hanya di dalam negeri, ternyata permintaan kopi Indonesia di luar negeri pun tetap stabil.

Dilansir dari Indonesia.go.id (2/9) para eksportir tetap sibuk mengepak biji kopi untuk dikirim ke luar negeri. Perdagangan internasional tidak sepenuhnya tutup selama pandemi, utamanya untuk bahan makanan dan minuman, termasuk kopi Indonesia.

Sebut saja salah satunya permintaan kopi Indonesia oleh warga Mesir. Selama pandemi di tahun 2020, permintaan ekspor kopi ke Mesir justru mengalami peningkatan sebanyak 21 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, peningkatan ekspor kopi ini bisa terjadi berkat kerja keras eksportir Indonesia dan jajaran Kedutaan Besar RI di Kairo. Semua kontrak bisa berjalan sesuai kesepakatan. "Kita masih akan lakukan pengiriman lagi, sesuai kontrak-kontrak ekspor yang telah disepakati untuk periode April-Mei 2020," kata Agus Suparmanto.

Berdasarkan data, pada Maret 2020 sudah ada 18 kontainer kopi yang dikirim ke Mesir. Untuk April 2020 ada tambahan sebanyak 12 kontainer lagi.

Jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020, Indonesia merupakan negara pengekspor nomor satu biji kopi ke Mesir dengan nilai ekspor sebesar USD12,62 juta. Nilai ini bertambah 21,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD10,36 juta.

Terdapat kenaikan dari sisi kuantitas sebesar 29,53 persen atau senilai 7.274 ton untuk bulan Februari 2020 dibandingkan bulan Februari 2019 yang sebesar 5.615 ton.

Kopi Indonesia digemari masyarakat Mesir. Sekitar 62 persen pasar kopi Mesir dikuasai oleh kopi Indonesia. Jenis kopi robusta menjadi yang paling favorit.

lebih baik biji kopi atau kopi bubukKopi Indonesia Masih Moncer Saat Pandemi, Permintaan Ekspor ke Mesir Meningkat Foto: iStock

Saat pandemi terjadi perubahan sistem penjualan kopi di Mesir. Banyak restoran, hotel dan kedai kopi yang tutup namun penjualan kopi kini beralih ke sistem online. Masyarakat Mesir masih bisa menikmati kopi yang diantar langsung ke rumah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pandemi Covid-19 tak berarti mematikan kreativitas dan aktivitas masyarakat. Pemerintah memastikan ekonomi bisa tetap berjalan salah satunya lewat dorongan dari industri kopi nasional.

Pada 2019 Indonesia memproduksi hampir 730.000 ton biji kopi. Lebih dari separuhnya diekspor ke berbagai negara, sementara sebagian lagi dikonsumsi di dalam negeri. Sayangnya konsumsi kopi di Indonesia masih terbilang rendah yakni hanya 1,4 kilogram per kapita. Angka ini hanya seperempat konsumsi per kapita orang Eropa atau Jepang, padahal Indonesia termasuk negara penghasil kopi terbesar.



Simak Video "Melihat Aneka Produk Makanan Hasil Petani Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com