Bangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersertifikat Internasional

Devi Setya - detikFood Senin, 02 Agu 2021 14:30 WIB
Bangga! Indonesia Punya Pemakan Cokelat Bersetifikat Internasional Foto: instagram Mason Chocolate
Jakarta -

Wanita asal Bali berhasil meraih sertifikat internasional dengan gelar 'Professional Chocolate Sensory Analyst'. Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menyandang gelar sebagai 'pemakan cokelat profesional'. Keren!

Siapa yang tak suka cokelat? Olahan biji kakao ini punya rasa lezat sehingga sulit ditolak. Bagi pencinta cokelat pasti senang ditawari pekerjaan yang berhubungan dengan cokelat, demikian juga bagi Patiwisari Pidada.

Wanita asal Bali ini baru saja mendapatkan sertifikat sebagai Professional Chocolate Sensory Analyst dari Chocolate Alliance, Amerika Serikat. Pratiwisari yang akrab disapa Tiwi ini patut bangga karena gelar bergengsinya ini membuat ia diakui secara internasional sebagai pencicip cokelat.

Bangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat InternasionalBangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat Internasional Foto: instagram Mason Chocolate

"Di Indonesia hanya ada satu. Saya tidak yakin apakah hanya saya atau ada juga orang lain, tapi saya diinformasi kalau dari Indonesia hanya saya," kata Tiwi saat dihubungi detikcom (1/8).

Tiwi mengaku sertifikat yang ia miliki ini tidak lain akan dijadikan pegangan dalam menjalankan pekerjaannya. Saat ini Tiwi adalah Corporate Executive Chef sekaligus chocolate maker di Mason Adventure Bali.

"Sertifikat ini sebenarnya untuk membantu pekerjaan saya yang 5 tahun terakhir ini terjun di bidang pembuatan cokelat," ujar Tiwi yang juga bertanggung jawab untuk kualitas cokelat yang dihasilkan di Mason Chocolate.

Bangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat InternasionalBangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat Internasional Foto: instagram Mason Chocolate

Dengan sertifikat sebagai 'pemakan cokelat profesional' ini Tiwi berharap bisa menjamin kualitas cokelat yang dihasilkan di perusahaan tempatnya bekerja. Soal sertifikat ini, Tiwi menjelaskan kalau Professional Chocolate Sensory Analyst ini bisa diikuti oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang percokelatan.

Artinya tidak semua orang bisa mendapatkan sertifikat ini dengan mudah. Mereka harus memiliki pengetahuan dasar soal cokelat.


Tiwi sendiri mengaku dirinya adalah penggemar berat cokelat. Wanita yang sudah bekerja di dunia kuliner lebih dari 20 tahun ini mengaku senang mendapatkan sertifikat yang diakui secara internasional.

"Saya suka cokelat dan segala sesuatu yang berhubungan sama cokelat. Saya sudah jadi chef sudah 20 tahunan. Dulu sama sekali nggak kepikiran cari tahu cokelat gimana sih bikinnya. Tapi semenjak lima tahun terakhir ini bekerja di dunia cokelat, saya jadi tertarik dan penasaran," beber Tiwi.

Bangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat InternasionalBangga! Indonesia Punya 'Pemakan Cokelat' Bersetifikat Internasional Foto: instagram Mason Chocolate

Proses sertifikasi ini juga tidak mudah dan murah, Tiwi bahkan harus membobol tabungannya agar bisa mengikuti kelas ini. Ia juga harus mengandalkan kemampuannya untuk mencicip cokelat dengan berbagai karakter rasa.

"Untuk ikut ini harus punya basic pengetahuan soal cokelat, cokelat artisan. Membuat cokelat dari bean berkualitas. Pelatihannya 5 minggu secara online. Kita analisa cokelat secara individu dan grup. Harus pahan limitasi kepekaan lidah," pungkas Tiwi.

Setelah mendapatkan sertifikat ini, salah satu harapan Tiwi adalah agar cokelat yang dihasilkan dari Mason Chocolate semakin berkualitas.



Simak Video "Masak Masak: Susu Cokelat Hangat dengan Marshmallow"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com