Dapur Umum Berumur 50 Tahun Ini, Sehari Sajikan 10 Ribu Makanan Untuk Pemberontak

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 29 Jul 2021 13:00 WIB
Dapur Umum Berumur 50 Tahun Ini, Sehari Sajikan 10 Ribu Makanan Untuk Pemberontak Foto: Gastro Obscura

Bahan Makanan Ditanam Sendiri

BULANDSHAHR, UTTAR PRADESH, INDIA - JANUARY 15: Farmers work at a jaggery (a thick cane sugar made from concentrated sugar cane juice) making plant on January 15, 2021 in Bulandshahr, India. As protests against a a wide-ranging farm reform bill continue and Indian farmers blockade roads leading into Delhi, their families have been left to tend to the land and take care of day to day operations on the small farms that produce a vast amount of the fresh food bound for the capital. Women, traditionally in charge of looking after the household, have taken to farming, and as India descends into winter, circumstances have turned to a struggle for both farmers at the protests and their relatives on the land. India's Supreme Court has put the new laws on hold, ordering both sides to mediate and submit a report within two months. (Photo by Anindito Mukherjee/Getty Images)Ilustrasi berkebun. Foto: Getty Images/Anindito Mukherjee

"Sebagai organisasi yang terdiri dari orang-orang biasa dan warga lokal. Mereka lebih menguasai wilayah dan situasi lingkungan dibandingkan orang lain," ungkap salah satu peneliti.

Banyak anggota FARC yang bertugas untuk menanam singkong, beras, jagung hingga buah-buahan. Bahkan ada juga yang bertugas untuk beternak, agar para anggota bisa mencicipi aneka hidangan protein.

Setelah semua bahan-bahan jadi, masakan pun diolah sesuai dengan menu yang sudah disiapkan. Mereka terbiasa memasak aneka hidangan khas Kolombia, bahkan beberapanya banyak menggunakan bahan makanan curian. Seperti ayam, sapi, hingga kambing hasil rampasan.

Perubahan di Sistem Dapur

Dapur Umum Berumur 50 Tahun Ini, Sehari Sajikan 10 Ribu Makanan Untuk PemberontakDapur Umum Berumur 50 Tahun Ini, Sehari Sajikan 10 Ribu Makanan Untuk Pemberontak Foto: Gastro Obscura

50 tahun berselang dari berdirinya dapur umum FARC, banyak sistem yang sudah berubah. Dulu dapur umum ini memiliki sistem yang setara, antara anggota pria dan wanita boleh memasak. Namun kini beberapa ditentukan dari keahlian memasak mereka.

Di akhir kesempatan, para peneliti menyimpulkan bahwa dari sistem FARC ini mereka bisa melihat hal baru yang tidak terlihat. Bahwa FARC bukan hanya sebuah organisasi pemberontak yang tak beraturan, di dalamnya terdapat sistem yang terorganisir, bahkan hingga ke bagian dapur umum.

"Kami ingin menunjukkan ke banyak orang bahwa FARC sangat berbeda dengan apa yang media kabarkan selama ini. Kita juga memiliki hati, kisah, kita juga masih bisa jatuh cinta dan merasakan cinta. Kami ini sama seperti masyarakat biasa. Hanya saja kami tinggal di dalam hutan," pungkas Semillas.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Layanan Katering Haji Ini Bagi-bagi Makanan Gratis untuk Nakes"
[Gambas:Video 20detik]

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com