Modal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 Entog

Devi Setya - detikFood Minggu, 25 Jul 2021 16:00 WIB
Modal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 Entog Foto: youtube Agro Maritim
Jakarta -

Terdampak pandemi Corona, seorang driver ojol memilih jadi peternak entog. Dengan modal Rp 55 ribu, kini ia punya 500 entog yang siap dipanen.

Pria bernama Herdian ini awalnya berprofesi sebagai driver ojol namun semenjak awal pandemi corona, ia memilih pulang kampung dan mencoba beternak entog. Herdian bisa dibilang peternak bermodal nekat.

Lewat Youtube Agro Maritim, Herdian membagikan pengalamannya menjadi peternak entog. Ia bermodal nekat karena hanya mengantongi uang Rp 55 ribu untuk membeli 6 ekor entog anakan.

"Awalnya saya (driver) Grab. Tapi selama pandemi saya kepikiran miara entog. Sekarang sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun," kata Herdian lewat video yang diunggah 7 Juni 2021.

Modal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 EntogModal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 Entog Foto: youtube Agro Maritim

Herdian beternak entog di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Ide beternak ini diawali karena kecintaannya pada hewan. Sejak kecil terbiasa main bersama bebek dan ayam membuat Herdian senang memelihara entog.

Entog yang dipelihara Herdian ini jenis unggas pedaging. Pasarnya adalah konsumen yang mengolah daging bebek menjadi masakan.

"Awal miara 6 ekor, beli Rp 55 ribu anakan entog masih usia 3 minggu. Sekarang udah ada 500-an ekor," kata Herdian.

Entog yang dipelihara ini bisa panen setiap dua bulan usai menetas. Harga entog ini pun meningkat di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per ekor.

Untuk pakan bebeknya, Herdian mengandalkan pur dan limbah bekas warteg. "Pakannya gampang, pur pakai sayuran atau limbah bekas warteg makanan sisa. Alhamdulillah nggak ada penyakit. Semuanya sehat," lanjut Herdian.

Modal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 EntogModal Nekat Ternak Entog, Mantan Ojol Ini Sekarang Punya 500 Entog Foto: youtube Agro Maritim

Ia juga merawat entognya ini di lahan terbuka sehingga kotorannya tidak menyebabkan bau yang mengganggu. Namun ketika turun hujan, area ini jadi becek.

Entog yang sudah panen ini dijual lewat komunitas dan mengandalkan media sosial. Keuntungannya diakui Herdian jauh lebih besar dibandingkan saat menjadi driver ojol.

"Nggak mau balik lagi Grab. Saya mau fokus ngurus entog aja. Hasilnya lumayan dan lebih santai," kata Herdian.

Sukses beternak entog, Herdian mengajak siapapun untuk mencoba mulai beternak. Ia juga terbuka pada siapapun yang ingin belajar beternak entog dengan Herdian.


"Buat temen-temen daripada nganggur mending iseng-iseng ternak entog. Hasilnya lumayan. Kalau mau datang main ke sini boleh di Gunung Sindur," pungkas Herdian.



Simak Video "Ide Awal Munculnya Taman Piknik di Museum Satria Mandala"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com