Mengenal Ustaz Khalid Basalamah, Bisa Masak tapi Hobi Kulineran

Rosmha Widiyani - detikFood Jumat, 04 Jun 2021 20:30 WIB
Ustaz Khalid Basalamah Foto: Tangkapan Layar 20detik/Mengenal Ustaz Khalid Basalamah, Bisa Masak tapi Hobi Kulineran.
Jakarta -

Ustaz Khalid Basalamah ternyata bisa masak dan hobi kulineran. Menyelesaikan kuliah di Madinah serta sempat tinggal di Mesir menyebabkan pendakwah ini harus bisa hidup mandiri.

"Saya belajar masak tapi saya tidak mengembangkan kemampuan itu. Saya suka kuliner," kata Ustaz Khalid pada tim Blak-Blakan detikcom.

Hobi inilah yang mendorongnya membuka restoran ala Timur Tengah yang kini telah berjalan 10 tahun. Ustaz Khalid mendirikan usaha kulinernya di kawasan Kalibata City selama tiga tahun, sebelum pindah ke Condet.

"Di tengah masyarakat kita banyak restoran ada Jepang, Korea, dan yang lain. Apa salahnya buka restoran Timur Tengah?" kata Ustaz.

Pertimbangan lain adalah kebiasaan jamaah haji atau umroh selama di Arab Saudi. Hanya sedikit jamaah yang mau mencoba restoran di sebelah hotelnya. Mereka memilih makan hidangan asli Indonesia.

"Padahal biasanya kesempatan itu dimanfaatkan untuk mencoba makanan yang lain. Ternyata di lapangan jamaah tidak tahu bahasa, rasa, dan nama hidangan," ujar Ustaz Khalid.

Ustaz Khalid menjelaskan, masakan Timur Tengah identik dengan rempah-rempah dan daging kambing. Di Indonesia, kambing kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit misal gangguan kolesterol dan hipertensi.

Padahal hadist menyebutkan, daging kambing adalah makanan favorit Nabi Muhammad SAW. Berikut hadistnya,

كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فِى دَعْوَةٍ ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً

Artinya: "Kami pernah bersama Nabi Muhammad SAW dalam sebuah undangan. Kemudian dibawakanlah paha kambing, dan beliau menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya satu gigitan." (HR Bukhari).

Daging kambing sebetulnya identik juga dengan makanan Indonesia. Layaknya muslim yang lain, umat Islam di Indonesia merayakan Idul Adha yang menggunakan kambing. Selain itu ada perayaan akikah dengan menu utama daging kambing.

Ustaz Khalid Basalamah kemudian mengolah daging kambing yang enak dan baik untuk kesehatan. Pengolahan memperhatikan penggunaan garam, bumbu, dan jenis daging yang digunakan. Pengolahan jeroan yang berbahaya untuk kesehatan juga sangat diperhatikan.

"Saya perhatikan orang Timur Tengah makan kambing tapi nggak ada masalah. Kambing ini bukan makanan orang Arab tapi orang Islam," kata Ustadz Khalid.

Selain pengolahan, Ustadz Khalid juga memperhatikan cara penyembelihan. Kambing disembelih dengan cara syar'i sehingga semua darahnya mengalir keluar. Urat kambing harus dipastikan putus dan tidak stres sebelum dimasak.

Dengan pengolahan dan penyembelihan daging yang tepat, Ustadz Khalid Basalamah berharap bisa menyajikan hidangan yang enak dan tidak membahayakan kesehatan.



Simak Video "Kata Ustaz Khalid Basalamah soal Persepsi Kambing Makanan Tak Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(row/nwy)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com