Bika Ambon Berasal dari Medan, Ini Asal Mula Namanya

Novia Aisyah - detikFood Sabtu, 29 Mei 2021 16:00 WIB
bika ambon Foto: detikFood
Jakarta -

Banyak dikira kue Bika Ambon berasal dari Ambon, padahal tidak demikian. Kue bika Ambon memiliki sejarah sendiri kenapa namanya memasukkan unsur kata Ambon.

Kue Bika Ambon memiliki rasa yang manis dengan sensasi aroma daun jeruk dan bentuknya balok kuning dan berpori. Ketika digigit, rasa manis terasa dari bagian tengahnya dan diikuti rasa gurih khas panggangan dari bagian bawahnya.

Walaupun bernama bika Ambon, kue ini sebetulnya tidak berasal dari kota Ambon. Ingin tahu asal mulanya dari mana?

Asal mula nama Bika Ambon

Mengutip dari situs Pariwisata Pemkomedan, nama kue Bika Ambon diambil dari kata bika. Bika ini adalah sejenis kue khas Melayu yang biasanya juga disebut sebagai bingka.

Kue Bika Ambon adalah hasil modifikasi dari bika khas Melayu, yang ditambahkan nira atau tuak enau sebagai pengembang. Dulu, pada tahun 1980-an di Jalan Majapahit di kota Medan, banyak dijual kue Bika Ambon hingga akhirnya di sana menjadi pusatnya.

Sebelum tahun-tahun tersebut, pada 1970-an kue Bika Ambon biasanya disantap bersama dengan es krim.

Dalam sebuah buku berjudul Bunga Angin Portugis di Nusantara, Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara yang ditulis oleh Paramita R. Abdurachman, istilah bika dan bibingka diperkenalkan oleh Portugis. Istilah ini pada mulanya berarti adalah kue yang terbuat dari tepung beras.

Selain cerita di atas, juga ada beberapa versi legenda kue bika Ambon berasal dari mana, mengutip dari laman resmi Pariwisata Pemkomedan. Inilah beberapa versi cerita tersebut.

1. Bika Ambon dinamakan demikian karena kue tersebut pertama kali dijual di simpang Jl. Ambon Sei Kera Medan.

2. Kue Bika Ambon berasal dari warga Ambon yang merantau ke Malaysia dengan membawa kue bika. Lalu, ia tidak kembali ke Ambon, melainkan tetap di Medan pada empat puluh tahun lalu.

Berdasarkan cerita ini, itulah penyebab kue Bika Ambon jadi sangat terkenal di Medan.

3. Pada cerita versi ke-3, di zaman dahulu ada sebuah daerah beranama Amplas yang terbagi menjadi wilayah barat dan timur. Wilayah timur dikenal sebagai 'kebon' karena ada perumahan buruh , kebun tembakau, serta kebun kakao.

Sementara, wilayah barat dikenal sebagai 'pabrik' karena terdapat pabrik lateks. Kemudian, Bika Ambon ini diperkenalkan salah satu buruh transmigran yang berasal dari Jawa dan ia memasarkannya di Medan.

Orang-orang Belanda pun menyukai kue tersebut dan akhirnya memancing orang Tionghoa untuk ikut memasarkan. Kue tersebut kemudian menjadi sangat laris.

Dari versi cerita ini, kue Bika Ambon merupakan kependekan dari Amplas-Kebon.

4. Pada versi keempat, kue Bika Ambon disebutkan berasal dari seorang Tionghoa yang tinggal di Tanah Deli ketika zaman Belanda. Ia melakukan ekspreimen dengan kue di rumahnya yang berlokasi tak jauh di Jalan Majapahit, Medan.

Kue tersbeut kemudian dicobakan pada asisten di rumahnnya yang berasal dari Ambon. Karena asistennya sangat suka, sejak itulah kue tersebut dinamakan Bika Ambon.

5. Versi terakhir menerangkan bahwa kue Bika Ambon sebetulnya tidak ada kaitan dengan jalan tempat kue Bika Ambon ini populer ataupun siapa yang mempopulerkannya. Melainkan, istilah ini dianggap berasal dari bahasa Medan yang artinya lembut.

Meskipun terdapat beberapa versi cerita dan legenda, dapat disimpulkan bahwa kue Bika Ambon berasal dari Medan.



Simak Video "Bikin Laper: Aneka Sate Kerang hingga Jengkol Bumbu Rendang"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com