Penelitian Terbaru Ini Klaim Manusia Harus Makan Cacing di Masa Depan

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 18 Mei 2021 17:00 WIB
Cacing Foto: Istimewa
Jakarta -

Bukan sayur atau buah. Penelitian terbaru ini klaim bahwa manusia harus makan cacing hingga ulat di masa depan, agar tidak kekurangan gizi.

Cacing hingga ulat sejak beberapa tahun terakhir mendapatkan julukan 'superfood'. Atau makanan sehat kaya protein dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Kini Ada Paket Ternak Cacing untuk Diolah Jadi Makanan

Meski sebagian besar orang masih menganggap cacing dan ulat sebagai makanan ekstrem, tapi banyak penelitian ilmiah yang menyarankan konsumsi makanan ini.

Dilansir dari Daily Mail UK (18/05), penelitian ini dilakukan oleh Centre for the Study of Existential Risk (CSER) at the University of Cambridge, Inggris.


Di dalam penelitian ini mereka menyebutkan bahwa makanan dari tumbuhan, yang biasa dikonsumsi manusia akan terpapar dampak lingkungan yang tak stabil. Seperti buah-buahan, sayuran, daging merah, ikan hingga telur.

Termasuk tingginya risiko makanan terpapar hama dan penyakit, yang disebabkan oleh perubahan iklim. Satu-satunya solusi, dengan mengkonsumsi cacing atau ulat dari serangga yang diternak.

Seperti ulat dari telur lalat hitam, lalat rumah sampai kumbang ulat. Tentunya peternakan cacing dan ulat ini harus dalam skala massal, karena wajib dikonsumsi manusia agar tidak kekurangan gizi.

Bukan tanpa alasan mengapa peneliti menyarankan telur-telur serangga ini untuk diternak. Serangga terkenal kaya akan protein, nutrisi, kalium, magnesium, dan asam lemak. Bahkan kandungannya tiga kali lebih banyak daripada omega-3 di ikan salmon.

"Sistem makanan kita sekarang sangat rapuh. Makanan-makanan ini memiliki risiko tinggi, mulai dari gagal panen karena banjir hingga kekeringan. Kemudian dihinggapi patogen dan parasit," ungkap Dokter Asaf Tzachor, salah satu ketua penelitian ini.

"Semakin cepat manusia membiasakan diri mereka untuk memakan cacing dan ulat. Maka semakin aman asupan makanan kita di masa depan, dan tentunya terhindar dari risiko kekurangan gizi," lanjutnya.

Tapi tak perlu khawatir, Dokter Asaf menyebut ada beberapa sumber makanan lain yang masih aman dikonsumsi di masa depan. Seperti tumbuhan alga, chlorella, spirulina hingga sugar kelp sejenis rumput laut yang kaya serat.

Jauh sebelum ada penelitian ini, banyak orang yangs udah konsumsi cacing sebagai makanan sehari-hari. Mulai dari Amazon hingga Papua.

Baca Juga: 5 Budaya Kuliner Makan Cacing yang Unik di Berbagai Negara



Simak Video "Kenyalnya Ulat Sagu Berpadu dengan Manisnya Kue Talam"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com